Jangan Pakai Minyak Jelantah untuk Menggoreng, Dampaknya Obesitas dan Kanker!

Chindy Aprilia Pratiwi
Mengenal bahaya minyak jelantah (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Bagi Anda yang suka memasak di rumah, tanpa disadari pasti pernah melakukan kesalahan saat menggunakan minyak goreng. Minyak goreng bekas pakai suka digunakan kembali untuk menggoreng dan memasak bahan masakan.

Dengan demikian, Anda menggoreng masakan dengan menggunakan minyak jelantah. Begitu pula dengan pedagang goreng pinggir jalan. Jajanan kaki lima memang membuat sebagian orang merasa tergiur. Baunya yang harum dan menggugah selera, sering kali membuat masyarakat juga tertarik untuk mencicipi.

Namun tahukan Anda sebagian pedagang mungkin tidak memerhatikan kondisi minyak goreng yang digunakannya? Terkadang para pedagang tersebut menggunakan minyak yang berwarna hitam hingga disebut seperti minyak oli, karena saking pekatnya.

Menurut Dokter Specialis Kecantikan sekaligus Healthy Educator, Nadia Alaydrus mengatakan, terlalu sering mengonsumsi makanan yang berasal dari penggorengan minyak hitam, atau minyak jelantah sangat tidak baik untuk kesehatan.

"Karena kalau minyaknya itu gorengnya udah sampai hitam kayak tadi itu tuh banyak banget risikonya," kata dokter Nadia, dikutip dalam akun TikToknya @nadialaydrus.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Update Harga Pangan 5 Maret 2026: Cabai Rawit-Telur Ayam Naik, Minyak Goreng Turun

Nasional
13 hari lalu

Bapanas Temukan Minyakita Dijual di Atas HET, Satgas Pangan Turun Tangan

Nasional
16 hari lalu

Bulog Gelontorkan 1 Juta Liter Minyakita di Jakarta dan Banten selama Ramadan 2026

Nasional
19 hari lalu

Pemerintah Guyur Bansos Beras-Minyak Goreng ke 33 Juta Orang, Jaga Stabilitas Harga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal