Program Coordinator Sekretariat Stunting INEY, Bappenas, Harris Rambey menyebutkan, dalam masa tumbuh kembang anak, protein dibutuhkan untuk membangun kognitif, membangun sel-sel tubuh, dan pertumbuhan anak secara fisik maupun kecerdasannya.
“Inilah konsep dasar tentang pentingnya asupan makanan yang mengandung tinggi protein. Dengan catatan ASI sudah eksklusif selama 6 bulan. Lalu dilanjutkan dengan tahap MPASI yang bergizi dan tinggi kandungan protein hewani seperti susu,” kata Harris.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Prof. Sandra Fikawati mengatakan, jika dibandingkan anak yang mengonsumsi susu dan protein hewani dengan anak yang tidak mengonsumsi susu dan protein hewani lainnya, risiko terkena stunting memang cukup besar bagi yang kekurangan protein hewani dan susu.
Menurut Prof. Fika, protein hewani mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap dan bermanfaat mendukung pembentukan semua hormon pertumbuhan.
“Tubuh yang kekurangan asupan protein hewani, akan mengalami kekurangan hormon pertumbuhan, gangguan regenerasi sel, dan sel tidak tumbuh dengan baik, belum lagi sistem kekebalan tubuh terganggu, jadi sering sakit, massa otot tidak bertambah. Itulah sebabnya susah berkembang atau bertumbuh kalau kekurangan protein hewani, sehingga menyebabkan stunting dan gangguan kognitif," ujar prof. Fika.