Menurut dia, gastronomi Indonesia tidak hanya berbicara mengenai makanan yang tersaji di meja makan. Di dalamnya terdapat ekosistem panjang yang melibatkan petani, peternak, nelayan, produsen, juru masak, pelaku usaha, hingga masyarakat yang menjaga tradisi pangan.
"Inilah salah satu aset terbesar Indonesia sebagai destinasi wisata, yaitu warisan gastronomi yang begitu kaya dan berakar kuat pada budaya masyarakat. Karena itu, melalui Wonderful Indonesia Gastronomy, kami ingin terus memberikan ruang bagi pelestarian, pengembangan, dan promosi kekayaan tersebut dari tahun ke tahun," ujarnya.
WIG 2026 memperluas cakupan program dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Jika WIG sebelumnya banyak menyoroti gourmet dining scene Indonesia, tahun ini gastronomi akan diperkenalkan secara lebih menyeluruh.
Tidak hanya restoran dan hidangan, program tersebut akan mengangkat asal-usul bahan makanan, kearifan lokal, tradisi, filosofi di balik makanan, hingga cara kekayaan kuliner tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman gastronomi masa kini.
Pembukaan WIG 2026 akan berlangsung di Pura Mangkunegaran, Solo, pada 26 September 2026.