Gelapkan Mobil Rental, Pecatan Polisi Ditangkap Polres Kulonprogo

Kuntadi ยท Senin, 18 Februari 2019 - 12:41 WIB
Gelapkan Mobil Rental, Pecatan Polisi Ditangkap Polres Kulonprogo

Petugas Polres Kulonprogo menunjukkan tersangka dan mobil rental yang digelapkannya di Mapolres Kulonprogo, Senin (18/2/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Seorang pecatan polisi, EK (34), warga Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, ditangkap petugas Reskrim Polres Kulonprogo. Laki-laki yang pernah bertugas di Polda DIY ini menggelapkan mobil milik salah satu usaha rental di Kecamatan Pengasih, Kulonprogo.

Kaur Binops Satreskrim Polres Kulonprogo, Iptu Wahyu Tri Wibowo mengatakan, aksi penggelapan ini dilakukan tersangka pada bulan Oktober silam. Namun, korban baru melapor pada awal November. Berbekal dari laporan ini, polisi melakukan penyelidikan. Akhirnya polisi mengamankan tersangka pada Minggu, 10 Februari lalu di Gamping, Sleman.

Dari pengakuan tersangka, mobil itu disewa untuk mendukung profesinya yang belakangan menjadi wiraswasta. Dia menggunakan mobil untuk meyakinkan kliennya yang akan dijadikan mitra usaha dalam bisnis pembangunan.

“Dia itu menyuruh temannya untuk meminjam mobil di rental, kemudian digadaikan,” kata Wahyu saat pemaparan kasus di Mapolres Kulonprogo, Senin (18/2/2019).

BACA JUGA:

Mantan Anggota Polres Lombok Utara Ditangkap karena Gelapkan Mobil

Terlilit Utang, Dokter Cantik 33 Tahun Gelapkan Puluhan Mobil 

Wahyu mengatakan, untuk mengungkap kasus ini, butuh waktu yang panjang. Penyidik harus meminta keterangan dari sejumlah saksi hingga akhirnya mengetahui mobil itu berada di Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). Mobil itu disita dari saksi yang merupakan tangan keempat seharga Rp9 juta. Untuk menghilangkan jejak, mobil ini diberikan nomo polisi yang palsu.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 378 jo 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan. Ancaman hukumannya 4 tahun penjara,” ujarnya.

Wahyu juga membenarkan tersangka merupakan desersi anggota kepolisian. Dia masuk menjadi anggota Korps Bhayangkara pada 2002. Namun baru dua tahun berdinas, pada 2004 dia diberhentikan karena mangkir kerja. “Pangkat terakhirnya brigadir satu (briptu),” katanya.  

Sementara itu, tersangka EK mengakui telah melakukan penggelapan mobil. Dia menggadaikan mobil yang direntalnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Awalnya mobil itu dipakai untuk meyakinkan klien yang akan diajak kerja sama dalam proyek pembangunan.

“Itu spontan, awalnya untuk meyakinkan klien dalam kerja sama proyek pembangunan,” katanya.

Meski begitu, EK mengaku belum mendapatkan satu pun mitra kerja di Yogyakarta. Padahal, dia sudah mengajukan penawaran ke sejumlah perusahaan. Lantaran butuh dana, dia nekat menggadaikan mobil itu.


Editor : Maria Christina