6 Pesona Janda Jeff Bezos, Wanita Paling Dermawan di Dunia

Aditya Pratama ยท Minggu, 20 Juni 2021 - 20:00:00 WIB
6 Pesona Janda Jeff Bezos, Wanita Paling Dermawan di Dunia
Janda Jeff Bezos, MacKenzie Scott.

NEW YORK, iNews.id - Pendiri Amazon, Jeff Bezos dan MacKenzie Scott bercerai pada 2019 lalu setelah 25 tahun menikah. Scott mendapatkan harta gono gini berupa saham Amazon sebesar 38 miliar dolar Amerika Serikat (AS), sehingga membuat Scott menjadi salah satu wanita terkaya di dunia.

Sebagai salah satu wanita paling tajir di dunia, Scott mendonasikan sebagian kekayaannya untuk membantu pendidikan, kesetaraan ras, dan perubahan iklim. Organisasi atau badan yang dibantu biasanya belum pernah diketahui banyak orang. Misalnya, universitas di pedesaan, minoritas atau berpenghasilan rendah. 

Secara total, dia telah menyumbang 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada pada 2020. Menurut ahli, jumlah itu paling banyak diberikan ke badan amal dalam satu tahun terakhir oleh pendonor hidup. Belum lama ini, Scott kembali mendonasikan uangnya sebesar 2,7 miliar dolar AS ke ratusan organisasi. 

Besarnya donasi yang diberikan Scott membuatnya menjadi wanita paling dermawan di bumi. Nah, berikut ini enam hal menarik tentang MacKenzie Scott, seperti dikutip dari Vogue:

1. Membantu Jeff Bezos merintis Amazon

Bezos dan Scott bertemu pada 1992 ketika masih berkerja di perusahaan investasi, D.E Shaw di New York. Pada 1993, mereka menikah dan setahun setelahnya berhenti bekerja, lalu pindah ke Seattle untuk memulai Amazon dari garasi rumah.

Scott pendukung utama Bezos dalam merintis Amazon. Dalam suatu momen perjalanan menuju Washington, ketika Bezos fokus mengerjakan rencana bisnisnya, Scott yang menyetir mobil. Menurut wawancara dengan Wired pada 1999 lalu, Scott juga yang melakukan negosiasi kontrak pengiriman pertama Amazon. 

2. Seorang novelis

Scott merupakan penulis berbakat. Dia menulis dua novel terkenal, The Testing of Luther Albright, yang dinobatkan sebagai Book of the Year oleh Los Angeles Times pada 2005. Scott membutuhkan waktu 10 tahun dan banyak menangis untuk menyelesaikan novel pertamanya. Namun, novel tersebut diganjar penghargaan American Book Awards.  

Selain itu, dia menulis novel berjudul Traps yang diterbitkan delapan tahun kemudian. Kirkus Reviews menyebut novel keduanya sebagai kisah yang diatur dengan cerdik dan memiliki tone yang keren.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2