Bank Sentral Zimbabwe Naikkan Suku Bunga Jadi 200 Persen, Paling Agresif di Dunia

Anggie Ariesta ยท Selasa, 28 Juni 2022 - 10:23:00 WIB
Bank Sentral Zimbabwe Naikkan Suku Bunga Jadi 200 Persen, Paling Agresif di Dunia
Gubernur Bank Sentral Zimbabawe John Mangudya mengatakan, komite kebijakan moneter menaikkan suku bunga menjadi 200 persen. Foto: Reuters

HARARE, iNews.id - Bank sentral Zimbabwe menaikkan suku bunga paling agresif di dunia. Pemerintah negara itu juga secara resmi memperkenalkan kembali dolar AS sebagai mata uang legal untuk mengendalikan lonjakan inflasi dan menstabilkan nilai tukar. 

Gubernur Bank Sentral Zimbabawe John Mangudya mengatakan, komite kebijakan moneter Zimbabwe menaikkan suku bunga lebih dari dua kali lipat menjadi 200 persen dari sebelumnya 80 persen. Itu membawa peningkatan kumulatif tahun ini menjadi 14.000 basis poin, terbesar secara global. 

"Komite kebijakan moneter sangat prihatin dengan kenaikan inflasi baru-baru ini. Komite mencatat peningkatan inflasi merusak permintaan dan kepercayaan konsumen dan jika tidak dikendalikan, itu akan membalikkan keuntungan ekonomi yang signifikan yang dicapai selama dua tahun terakhir," kata Mangudya, dikutip dari Bloomberg, Selasa (28/6/2022). 

Tingkat inflasi tahunan Zimbabwe melonjak menjadi 192 persen pada Juni, level tertinggi dalam lebih dari setahun karena harga makanan naik lebih dari tiga kali lipat. Kenaikan harga didorong depresiasi tajam dolar Zimbabwe, yang telah kehilangan lebih dari dua pertiga nilainya terhadap dolar AS tahun ini dan merupakan mata uang dengan kinerja terburuk di Afrika.

Menteri Keuangan Zimbabwe Mthuli Ncube mengatakan, pemerintahuntuk kedua kalinya dalam lebih dari satu dekade melegalkan penggunaan dolar AS.

"Pemerintah menyatakan niatnya dengan jelas untuk mempertahankan sistem multi-mata uang berdasarkan penggunaan ganda dolar AS dan dolar Zimbabwe. Untuk menghilangkan spekulasi dan arbitrase berdasarkan masalah ini, pemerintah telah memutuskan untuk memasukkan sistem multi-mata uang dan penggunaan dolar AS yang berkelanjutan ke dalam undang-undang untuk jangka waktu lima tahun," tuturnya.

Sementara itu, di antara langkah-langkah lain yang diumumkan oleh bank sentral adalah peningkatan suku bunga deposito menjadi 40 persen dari 12,5 persen dan pengenalan koin emas untuk memberikan alternatif penyimpan nilai. Koin-koin itu, yang akan dicetak oleh Fidelity Gold Refinery Ltd. milik negara akan dijual ke publik melalui perbankan.

Upaya sebelumnya untuk menghentikan keruntuhan mata uang termasuk larangan 10 hari pinjaman bank, pembatasan perdagangan di Bursa Efek Zimbabwe, memungkinkan perusahaan untuk membayar pajak di unit lokal dan memperkenalkan tingkat antarbank baru, di mana sebagian besar perdagangan akan berlangsung.

Ekonom di Oxford Economics Jee-A van der Linde  memprediksi, kanaikan suku bunga tidak akan mampu mengekang tingkat inflasi di Zimbabwe. 

"Situasi ekonomi saat ini menciptakan lingkungan bisnis yang sangat menantang dan kondisi kehidupan diperkirakan akan memburuk dalam waktu dekat," ucapnya. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda