Biodiesel Digenjot, Menko Luhut Prediksi Harga CPO Melesat

Rully Ramli · Selasa, 13 Agustus 2019 - 21:40 WIB
Biodiesel Digenjot, Menko Luhut Prediksi Harga CPO Melesat

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus menggenjot kebijakan pencampuran minyak sawit (CPO) dan bahan bakar (biodiesel). Kebijakan tersebut dinilai bakal menggenjot harga CPO yang saat ini sedang lesu.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan mengatakan, bauran CPO pada 2023 ditargetkan bisa mencapai 100 persen (B100). Jika ini benar-benar terealisasi maka harga CPO akan lebih stabil karena mayoritas diserap dari dalam negeri.

"Jadi nanti kita lihat kelapa sawit kita ini akan banyak kita gunakan sendiri, sehingga dengan demikian ekspor ke Eropa itu tidak jadi bergantung lagi, sehingga kita berharap harganya bisa 600-700 dolar AS," kata dia di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Pada perdagangan hari ini, harga CPO menguat 4,74 persen ke level 510,24 per metrik ton.

BACA JUGA:

Jokowi Minta Avtur Dicampur Minyak Sawit Dikaji

Presiden Jokowi Ingin B50 Bisa Diterapkan pada Akhir 2020

Selain membuat harga CPO naik dan lebih stabil, Luhut menyebut kebijakan biodiesel akan menekan impor migas. Campuran minyak sawit dalam hal ini FAME ke bahan bakar akan mengurangi impor BBM.

"Impor BBM kita itu Rp300 triliun," katanya.

Luhut menjelaskan, saat ini pemerintah tengah memasuki tahap akhir uji coba B30. Diharapkan, awal tahun depan B30 sudah bisa mulai digunakan.

"Kemudian 2021 masuk B50 dan presiden minta 2023 masuk B100," ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah