BUMN Karya Kompak Absen Bagi-bagi Dividen Tahun Ini, Apa Penyebabnya?
Kondisi serupa juga dialami emiten bersandi saham WSKT, di mana perusahaan membukukan rugi menjadi Rp939,5 miliar pada paruh pertama semester satu tahun ini. Kerugian itu naik 150,59 persen dibandingkan periode serupa 2023, yakni Rp374,93 miliar.
Pencatatan keuangan negatif ini didorong oleh meningkatnya beban keuangan yang terkerek hingga 56,17 persen menjadi Rp1,09 triliun. Adapun, Waskita Karya mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp2,17 triliun di kuartal I-2024, turun 20,27 persen secara tahunan dari kuartal I-2023, yaitu Rp2,73 triliun.
Sumber pendapatan Waskita berasal dari segmen jasa konstruksi senilai Rp1,48 triliun, turun 35,31 persen secara tahunan. Meskipun begitu, penjualan precast tumbuh 250,74 persen menjadi Rp 364,7 miliar. Lalu, pendapatan jalan tol naik 1,75 persen ke posisi Rp248,66 miliar.
Sekalipun dua perusahaan masih merugi, namun keuangan dua emiten BUMN karya lainnya sudah mulai positif. Keduanya adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. atau PTPP dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, atau ADHI.
Pada kuartal satu tahun ini, PTPP berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 94,60 miliar. Capaian tersebut meroket 176 persen dari periode yang sama 2023 senilai Rp34,22 miliar.