Burger King hingga Marks and Spencer Tak Bisa Tinggalkan Rusia, Kenapa?
Adapun grup hotel Marriott, IHG Hotels & Resorts, dan jaringan hotel Accor, yang memiliki Ibis dan Novotel semuanya beroperasi di Rusia dengan kesepakatan serupa. Marriott menyatakan, hotel-hotelnya di Rusia dimiliki oleh pihak ketiga tetapi mereka akan terus mengevaluasi kemampuan hotel-hotel tersebut untuk tetap buka. Ini menunjukkan mereka sedang mempertimbangkan perjanjian waralaba.
Sedangkan Accor, yang memiliki 57 hotel bermerek di Rusia dan 3.500 karyawan di sana telah menangguhkan semua pembukaan dan pemesanan hotel di masa mendatang. Burger King mengalihkan keuntungannya dari operasi waralaba di Rusia ke upaya kemanusiaan.
Marriott dan IHG Hotels & Resorts, yang masing-masing memiliki 28 hotel yang beroperasi di Rusia dengan merek mereka juga telah menghentikan pengembangan dan investasi hotel dan telah menutup kantor perusahaan dimiliki sendiri dan dikendalikan di Moskow.
M&S telah menjanjikan lebih dari 1,5 juta pound sterling untuk mendukung para pengungsi dan menyumbangkan 20.000 mantel. Namun, dengan banyaknya perusahaan asing terjebak di Rusia, Yum Brands yang memiliki KFC dan Pizza Hut menyatakan sedang menyelesaikan kesepakatan dengan pemegang waralaba utamanya untuk menghentikan sementara operasional Pizza Hut.
Editor: Jujuk Ernawati