Digugat Penumpang karena Monitor Mati, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Sabtu, 27 Juli 2019 - 15:59:00 WIB
Digugat Penumpang karena Monitor Mati, Ini Penjelasan Garuda Indonesia
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk digugat oleh penumpangnya terkait monitor tempat duduk yang mati. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk digugat oleh penumpangnya terkait monitor tempat duduk yang mati. Gugatan ini telah teregistrasi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, pihaknya telah membaca gugatan tersebut. Namun, hingga kini belum ada panggilan dari PN Jakpus.

Pihaknya melihat gugatan tersebut dapat terjadi dua kemungkinan. Sebab, masih belum jelas situasi saat kejadian.

"Ada dua hal kemungkinannya, tidak bisa menduga-duga situasi persisnya seperti apa," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (27/7/2019).

Kemungkinan pertama, monitor televisi yang berada di tempat duduk (seat) penumpang tersebut tiba-tiba mati saat pesawat terbang. Jika ini yang terjadi, pihaknya memohonkan maaf kepada penumpang tersebut.

"Kita mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami karena itu sifatnya mungkin hanya seat beliau yang mati terus yang lain hidup," ucapnya.

Namun ada kemungkinan lainnya yang bisa terjadi akibat kesalahan berkomunikasi penumpang dengan penjual tiket. Pasalnya, Garuda juga menyediakan tempat duduk yang tidak difasilitasi televisi.

"Kita memang ada pesawat yang dua rol di belakang itu tidak ada TVnya. Itu kita peruntukan bagi penumpang yang beli tiket harganya khusus sedikit berbeda dibanding harga yang full," ucapnya.

Penumpang yang bernama David Tobing dalam gugatannya meminta uang ganti rugi sebesar Rp100 dan satu buah tiket pesawat kelas ekonomi untuk rute penerbangan dari Pontianak menuju Jakarta.

Namun, proses ganti rugi ini Garuda masih menunggu surat panggilan dari PN Jakpus. Dia meyakini bahwa pihak Garuda akan mengikuti proses hukum yang berlaku.

"Kita belum sampai ke situ lah ya, karena kan kita surat dari pengadilan belum diterima. Kalau sudah ada panggilan baru kita akan penuhi panggilan bagaimana prosesnya kita ikuti," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda