Dongkrak PDB Rp33 Triliun, Kredivo Buktikan Peran Pembiayaan Gerakkan Ekonomi
Sebagai pelopor industri paylater non-ekosistem selama satu dekade, Kredivo kini menyalurkan 30 persen dari total outstanding dan melayani 20 persen pengguna industri fintech lending nasional. Platform pembiayaan ini terbukti efektif menjadi jembatan inklusi keuangan bagi kelompok masyarakat yang belum terlayani di mana keterlibatan perempuan dan generasi muda menjadi pintu masuk menuju ekosistem perbankan formal.
"Profil pengaksesnya menunjukkan 48 persen adalah perempuan dan 57 persen berusia di bawah 30 tahun, membuktikan Kredivo efektif melayani segmen underserved. Akses pembiayaan ini membangun rasa percaya diri masyarakat sehingga memicu formalisasi keuangan, seperti membuka tabungan di bank setelah terbiasa bertransaksi di ekosistem digital," jelas Paksi.
Di sisi lain, pembiayaan digital tidak semata-mata dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif harian, melainkan dialokasikan secara signifikan untuk aktivitas produktif yang mendatangkan penghasilan. Integrasi pembayaran digital ini tercatat memperkuat daya tahan pelaku usaha mikro dan merchant mitra melalui kenaikan nilai transaksi serta stabilitas perputaran modal kerja.
"Sebanyak 54 persen pinjaman disalurkan untuk kegiatan produktif seperti modal usaha, pendidikan, dan renovasi, di mana 96,9 persen peminjam modal merupakan usaha mikro yang 40,6 persennya baru pertama kali mendapat kredit. Fasilitas ini menstabilkan arus kas 69,7 persen UMKM dan meningkatkan omzet penjualan mereka di kisaran 10 hingga 40 persen, serta mendorong kenaikan nilai belanja di 78,6 persen merchant," kata Paksi.
Tingginya keberlanjutan pembiayaan diimbangi oleh manajemen risiko yang sehat dengan rasio beban utang terhadap pendapatan pengguna yang terjaga aman di level 10 hingga 14 persen. Keberadaan instrumen kredit digital ini juga terbukti berfungsi optimal sebagai penyangga ekonomi rumah tangga di masa krisis sekaligus melatih pengelolaan aset secara mandiri.