Dongkrak PDB Rp33 Triliun, Kredivo Buktikan Peran Pembiayaan Gerakkan Ekonomi
"Rasio beban utang pengguna sangat sehat di kisaran 10-14 persen, dengan 58 persen nasabah memperoleh kenaikan limit karena disiplin membayar tepat waktu. Sebanyak 92 persen pengguna memanfaatkan platform ini saat pandemi Covid-19, membuktikan pembiayaan ini efektif menjadi buffer pelindung daya beli sekaligus mendorong pengelolaan aset rumah tangga secara rasional menuju kesejahteraan finansial," kata Paksi.
Dalam kesempatan sama, Co-founder dan Presiden Direktur Kredivo Indonesia Umang Rustagi menekankan skala jangkauan Kredivo kini telah merambah ratusan wilayah administratif di tanah air berkat dukungan kemitraan pendanaan yang solid dari perbankan nasional maupun institusi global. Kolaborasi ini mempercepat pemerataan akses pembiayaan yang inklusif ke wilayah non-perkotaan (non-tier 1) guna mempersempit kesenjangan ekonomi antardaerah.
"Selama 10 tahun beroperasi, kami bangga telah melayani lebih dari 13 juta orang di lebih dari 400 kota di Indonesia dengan menggandeng lebih dari 10 mitra pendanaan lokal dan internasional. Kami terus memperkuat sinergi ini untuk memastikan pembiayaan yang kami salurkan memberikan dampak sosial dan ekonomiyang berkelanjutan bagi masyarakat," kata Umang.
Keberhasilan penetrasi pembiayaan tersebut berakar pada komitmen awal platform dalam mendobrak hambatan struktural masyarakat yang selama ini sulit mengakses pembiayaan konvensional. Kredivo memelopori pemanfaatan data alternatif untuk menganalisis kelayakan kredit secara akurat tanpa bergantung pada persyaratan slip gaji formal maupun agunan fisik.
"Sepuluh tahun lalu kami memulai Kredivo dengan visi bahwa teknologi dan data alternatif dapat membuka akses kredit bagi masyarakat yang belum terjangkau perbankan. Pada 2016 hambatan terbesarnya adalah underwriting tradisional yang kaku terhadap slip gaji dan agunan, sehingga kami menghadirkan credit scoring berbasis teknologi untuk memberikan akses kredit kepada masyarakat ini," kata Umang.
Editor: Reza Fajri