Dorong Nilai Tambah Batubara, PTBA Sinergi dengan Tiga Perusahaan
Pembangunan pabrik pengolahan gasifikasi batubara sendiri direncakanan mulai beroperasi pada November 2022. Diharapkan produksi dapat memenuhi kebutuhan pasar sebesar 500 ribu ton urea per tahun, 400 ribu ton DME per tahun dan 450 ribu Polypropylene per tahun. Dengan target pemenuhan kebutuhan sebesar itu, diperkirakan kebutuhan batubara sebagai bahan baku sebesar 5,5 juta ton per tahun.
Adanya kerja sama Bukit Asam dengan Pertamina, Pupuk Indonesia dan Chandra Asri Petrochemical merupakan salah satu bentuk implementasi PP Nomor 1 tahun 2017 tentang Hilirisasi Mineral dan Batubara, serta Kepmen ESDM Nomor 2183 Tahun 2017 tentang Penetapan Kebutuhan dan Presentasi Minimal Penjualan Batubara untuk Kepentingan Dalam Negeri.
Diharapkan dengan kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah batubara batubara tidak hanya dijual sebagai produk akhir, tetapi dijadikan sebagai bahan baku. Selain itu, diharapkan dengan kerja sama ini juga dapat meningkatkan sinergi antar-BUMN, dan mampu menciptakan efisiensi dalam industri batubara, gas, pupuk dan kimia.
Editor: Ranto Rajagukguk