Empat BUMN China Umumkan akan Delisting dari Wall Street, Kenapa?

Jeanny Aipassa ยท Jumat, 12 Agustus 2022 - 19:12:00 WIB
 Empat BUMN China Umumkan akan Delisting dari Wall Street, Kenapa?
Lantai perdagangan New York Stock Exchange (NYSE) atau dikenal dengan sebutan Wall Street. (Foto: Reuters)

SHANGHAI, iNews.id - Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China mengumumkan akan delisting (mencabut pencatatan saham) dari New York Stock Exchange (NYSE) atau biasa disebut Bursa Wall Street

Pada Jumat (12/8/2022), manajemen China Life Insurance (601628.SS) dan raksasa minyak Sinopec (600028.SS) mengumumkan rencana delisting dari Bursa Wall Street. 

Sementara manajemen Aluminium Corporation of China (Chalco) (601600.SS) dan PetroChina (601857.SS) menyatakan dalam pernyataan terpisah bahwa mereka akan mengajukan delisting atas American Depository Shares mereka dari NYSE. 

Keempat perusahaan menyatakan pilihan delisting dilakukan karena pertimbangan bisnis. Mereka akan mempertahankan pencatatan saham (listing) di Hong Kong China daratan.

"Perusahaan-perusahaan ini telah secara ketat mematuhi aturan dan persyaratan peraturan pasar modal AS sejak listing di AS dan membuat pilihan delisting untuk pertimbangan bisnis mereka sendiri," bunyi pernyataan Komisi Regulasi Sekuritas China (CSRC), seperti dikutip Reuters, Jumat (12/8/2022). 

China dan Amerika Serikat telah melakukan pembicaraan untuk menyelesaikan sengketa audit jangka panjang yang dapat mengakibatkan perusahaan China dikeluarkan dari bursa Amerika jika mereka tidak dapat mematuhi aturan audit AS.

Keempat perusahaan tersebut ditambahkan ke daftar Holding Foreign Companies Accountable Act (HFCAA) pada Mei 2022, setelah mereka diidentifikasi tidak memenuhi standar audit regulator AS.

Tidak disebutkan secara langsung perselisihan audit dalam pernyataan terpisah perusahaan pada hari Jumat. Namun keputusan perusahaan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan China dan AS menyusul kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pekan lalu.

Penasihat senior di firma hukum China Yuanda, Kai Zhan, mengatakan Washington telah lama menuntut akses penuh ke pembukuan perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di AS, tetapi Beijing melarang inspeksi dokumen audit asing dari kantor akuntan lokal, dengan alasan masalah keamanan nasional.

"China mengirimkan pesan bahwa kesabarannya menipis dalam pembicaraan audit," kata Kai Zhan, yang berspesialisasi dalam bidang-bidang termasuk pasar modal AS dan kepatuhan sanksi AS.

Dalam pernyataan manajemen, keempat BUMN China mengungkapkan volume saham mereka yang diperdagangkan NYSE kecil dibandingkan dengan yang ada di tempat pencatatan utama mereka yang lain.

PetroChina bahkan menyebut ada beban administratif yang cukup besar melakukan kewajiban pengungkapan yang diperlukan untuk mempertahankan daftar American Depository Shares di NYSE karena perbedaan aturan beberapa tempat pencatatan.

Sementara China Life dan Chalco mengatakan akan mengajukan delisting pada 22 Agustus 2022, dengan delisting mulai berlaku 10 hari kemudian. Sinopec dan PetroChina mengatakan aplikasi deslisting mereka akan dibuat pada 29 Agustus.

Delisting 4 BUMN China dari NYSE menambah panjang daftar perusahaan negeri tirai bambu yang meninggalkan bursa AS. Sebelumnya pada 2021, raksasa telekomunikasi China Telecom (0728.HK), China Mobile (0941.HK) dan China Unicom (0762.HK) telah dihapus dari NYSE> 

Hal itu terjadi akibat keputusan pemerintahan Donald Trump untuk membatasi investasi di perusahaan teknologi China. Keputusan itu dibiarkan tidak berubah oleh pemerintahan Joe Biden di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Beijing.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda