ESDM: Virus Korona Belum Pengaruhi Ekspor Batu Bara ke China

Antara ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 16:52 WIB
ESDM: Virus Korona Belum Pengaruhi Ekspor Batu Bara ke China

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono. (Foto: Humas ESDM)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, virus korona yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir belum memengaruhi ekspor batu bara ke China. Sejauh ini, aktivitas operasional perusahaan tambang Tanah Air masih normal.

"Korona kalau dari sisi batu bara mungkin belum (berdampak), ini kan baru sebentar. Mungkin kalau kami lihat alasannya sebagai energi, bukan komoditas untuk industri," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Bambang menyebut, produksi batu bara nasional sebagian dikonsumsi di dalam negeri dan sisanya diekspor. Namun, dia mengakui porsi batu bara yang diekspor ke China mencapai 30 persen.

Bila wabah virus korona terus berlanjut dalam waktu yang lama, kata Bambang, tak tertutup kemungkinan baru berdampak pada ekspor batu bara ke negara tersebut.

"Kalau sudah enam bulan baru kelihatan. Saya engggak tahu (wabah virus korona) selesai kapan. Kita lihat nanti," ujarnya.

Kementerian ESDM, kata dia, belum menerima laporan terganggunya ekspor ke China untuk komoditas mineral dan batu bara.

"Perusahaan belum ada yang datang ke kami untuk mengurangi produksi atau ekspor ke China," kata Bambang.

Bambang justru menilai, virus korona membuat produksi batu bara China terganggu sehingga stok berkurang. Hal tersebut mengakibatkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) Februari 2020 naik menjadi 66,89 dolar AS per ton. "Harga batu bara naik sedikit," ujar Bambang.

HBA bulan ini naik dibanding bulan yang berada di level 65,93 dolar AS per ton atau naik 1,45 persen. Faktor dominan yang memengaruhi kenaikan HBA berasal dari bencana kebakaran yang sempat melanda Australia dan naiknya permintaan di Jepang dan Korea Selatan akibat musim dingin.


Editor : Rahmat Fiansyah