Industri Sepatu yang Siap Relokasi Buka Peluang Bertahan di Banten, Ini Syaratnya

Antara ยท Kamis, 14 November 2019 - 09:58 WIB
Industri Sepatu yang Siap Relokasi Buka Peluang Bertahan di Banten, Ini Syaratnya

Pabrik sepatu. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah industri sepatu di Banten tengah bersiap untuk merelokasi pabrik ke Jawa Tengah. Alasannya, upah buruh di Banten terlalu tinggi bagi industri padat karya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri menyebut masih ada peluang bagi pengusaha sepatu untuk bertahan asal ada respons dari pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

"Kalau misalnya kemudian pemda Banten kooperatif, misalnya tahun depan mereka menghapus upah minimm sektoral (UMSK) itu sudah sangat mendorong industri kita di Banten lebih kompetitif," katanya, Kamis (14/11/2019).

BACA JUGA:

Upah Tinggi, Industri Sepatu di Banten Siap Relokasi Pabrik ke Jawa Tengah

Pemerintah Tetapkan UMP 2020 Naik 8,51 Persen

Firman mengatakan, selain wajib memenuhi UMK, perusahaan di sektor alas kaki harus membayar UMSK rata-rata Rp50-Rp100 ribu per orang per bulan. Padahal, industri sepatu di Banten bisa mempekerjakan hingga 100 ribu orang.

Dengan UMK Banten yang saat ini mencapai Rp4 juta, maka total upah yang dibayarkan minimal Rp4,1 juta per orang per bulan. Menurut dia, besaran ini dirasa memberatkan industri sepatu. Firman berharap pemprov Banten melihat kepentingan ekonomi ke depan, bukan hanya isu upah dalam jangka pendek.

"Selama ini upah buruh selalu menjadi isu politik dan elektoral karena di daerah itu pemilihan dilakukan secara langsung. Sekarang kondisinya sudah mulai berbeda, pemda harus mulai memikirkan, kalau mereka masih bermain-main, mereka akan mendapatkan zero," tuturnya.

Selain upah, Firman berharap pemda Banten lebih aktif dalam memberikan insentif pajak kepada industri. Selama ini, pemda belum menggunakan kewenangannya lewat pajak daerah.

"Misalnya kewenangan pajak daerah kan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), mungkin itu yang bisa diberikan oleh pemda, yang selama ini belum dilakukan," kata dia.

Jika syarat itu diwujudkan, kata Firman, kemungkinan industri sepatu tidak akan hengkang dari Banten. Soal investasi di Jawa Tengah, kata dia, bisa dinilai sebagai ekspansi, bukan relokasi sehingga kapasitas produksi bisa bertambah.


Editor : Rahmat Fiansyah