Ini Harta Karun Terbesar Indonesia, Jadi Andalan Selama Dua Dekade

Jeanny Aipassa · Senin, 25 April 2022 - 21:34:00 WIB
Ini Harta Karun Terbesar Indonesia, Jadi Andalan Selama Dua Dekade
Ilustrasi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam, Indonesia memiliki beberapa komoditas yang menjadi harta karun yang banyak diincar negara-negara di dunia. 

Dari sekian banyak komoditas berharga, ternyata harta karun terbesar Indonesia bukan hasil tambang seperti emas dan batu bara, melainkan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Sebagai salah satu komoditas penting di dunia, CPO banyak diburu negara-negara. Itu sebabnya, Indonesia sebagai penghasil CPO terbesar dunia, dapat menuai keuntungan melalui pundi-pundi devisa dari hasil ekspor CPO. 

Per Maret 2022, ekspor CPO Indonesia menghasilkan devisa sebesar 3 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Tahun 2021, ekspor CPO Indonesia mencapai 35 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau lebih dari Rp500 triliun (kurs Rp14.300). 

Jumlah itu naik jika dibanding tahun 2020 yang sebesar 18,44 miliar dolar AS(data BPS). Ekspor CPO memang telah menjadi andalan Negeri Sawit ini untuk mendulang devisa sejak lebih dari dua dekade. Di tahun 2000 ekspor CPO Indonesia sebanyak 4,1 juta ton senilai 1,1 miliar dolar AS. 

Jika menghitung mundur sejak tahun 2000 hingga 2020, berdasarkan data Statistik Kelapa Sawit 2018 nilai eskpor minyak sawit Indonesia terbilang fantastis, mencapai 229 miliar dolar AS. 

Jika dirupiahkan dengan mengacu kurs tengah BI di masing-masing tahunnya, nilai ekspor minyak sawit mencapai Rp2.720 triliun. Jika ditambah dengan nilai ekspor tahun 2021, maka dalam 20 tahun ekspor minyak sawit sudah menghasilkan devisa sebesar Rp3.220 triliun. 

Pencapaian itu benar-benar fantastis. Jika hanya mengukur dari tahun 2012 hingga 2018, nilai ekspor minyak sawit (CPO) mencapai 115,67 miliar dolar AS. 

Sementara jika mengacu data BPS di rentang waktu yang sama, ekspor logam mulia (yang di dalamnya termasuk emas) hanya sebesar 18,33 miliar dolar AS atau sekitar 15,84 persen dari total ekspor minyak sawit.
 
Hanya batu bara yang mampu membuat ekspor minyak sawit bertekuk lutut. Di sepanjang periode 2012-2018 nilai ekspor batu bara mencapai 131,84 miliar dolar AS atau 13,9 persen lebih besar dibanding total ekspor minyak sawit. 

Namun di tahun 2021, ekspor minyak sawit menjadi juara dengan perolahan devisa sebesar 35 miliar dolar AS. Sementara ekspor batu bara sebesar 26,54 miliar dolar AS. 

Yang perlu dicatat, Kementerian ESDM mengungkap sumber daya batu bara Indonesia saat ini berjumlah 113 miliar ton dengan cadangan terbukti hanya 33 miliar ton. 

Dengan produksi antara 500 juta hingga 600 juta per tahun, maka dalam beberapa tahun ke depan cadangan batu bara Indonesia akan ludes. Dengan catatan, tidak ditemukan lagi cadangan terbukti baru. 

"Cadangan batu bara diperkirakan akan habis tahun 2040. Ini akan habis kalau tidak melakukan eksplorasi. Cadangan hari ini tidak pernah bertambah, kalau cadangan kan artinya sudah terbukti bisa ditambang dan memiliki nilai ekonomi," kata Kasubdit Bimbingan Usaha Batubara Kementerian ESDM Heriyanto, Januari lalu. 

Dengan kebijakan dunia terkait energi bersih dan pengurangan emisi karbon, nasib komoditas batu bara sebagai harta karun Indonesia semakin suram ke depannya. 

Dunia telah bersepakat untuk mengurangi penggunaan energi dari batu bara saat KTT COP26 di Glasgow, akhir tahun lalu. China sebagai pengguna batu bara terbesar di dunia sudah berjanji akan mengurangi konsumsinya. Indonesia juga akan menghentikan pembangkit listrik batu bara pada 2025. 

Sebaliknya, ekspor minyak sawit tidak tergantung pada cadangan seperti batu bara. Sebagai komoditas yang bisa diperbarui, minyak sawit akan terus ada. Caranya dengan peremajaan pohon sawit (replanting). Apalagi, iklim Indonesia sangat bersahabat dengan pohon sawit.

Dengan demikian, minyak sawit terbukti merupakan harta karun terbesar Indonesia, dan tak akan pernah habis. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda