Kemnaker Mau Atur Jam Kerja Ojol, Pengamat Ekonomi Sebut Bisa Ganggu Serap Tenaga Kerja
Tak cuma itu, pengaturan jam kerja tersebut juga membuat pekerjaan ojol menjadi kurang menarik. Pasalnya banyak juga yang menjadi ojol hanya untuk mencari tambahan pendapatan.
Nailul khawatir jika fleksibilitas jam kerja sebagai ojol ini diatur terlalu ketat akan membuat pekerjaan jenis ini menjadi tidak menarik, padahal di sisi lain pekerjaan itu dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar dan mampu memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Klik halaman selanjutnya untuk membaca>>>
“Seperti kita tahu, bekerja di sektor formal saat ini sangat sulit. Jadi ini bisa menjadi perantara untuk para pencari kerja untuk masuk ke semi formal, dan menuju ke formal. Ojol atau gig worker itu kan informal karena tidak terikat tertentu dan jangka waktu tertentu, tapi dia bukan sepenuhnya informal,” tuturnya.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Research Institute Of Socio-Economic Development (RISED) yang bertajuk Survei Motivasi & Kesejahteraan, mengungkap bahwa Gig Worker (termasuk ojol) tidak hanya diminati oleh mereka yang belum bekerja, tetapi juga orang yang telah memiliki pekerjaan tetap.
Pekerjaan itu dinilai menjadi pilihan dalam meningkatkan kesejahteraan atau tambahan pendapatan.