Kenaikan Tarif Listrik, BBM, dan LPG, Pengamat: Pemerintah Harus Hati-hati

Athika Rahma ยท Kamis, 14 April 2022 - 11:32:00 WIB
Kenaikan Tarif Listrik, BBM, dan LPG, Pengamat: Pemerintah Harus Hati-hati
Ilustrasi kenaikan tarif listrik. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah harus berhati-hati menaikkan tarif listrik, Bahan Bakar minyak (BBM), dan LPG 3 Kg. Hal itu, tak bisa dilakukan dalam waktu dekat karena akan menimbulkan gejolak di masyarakat

Pernyataan itu, disampaikan Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, menanggapi wacana kenaikkan tarif listrik, BBM pertalite dan solar, serta LPG 3 Kg yang diutarakan Menteri ESDM, Arifin Tasrif.  

Menurut dia, pemerintah memang berada di posisi serba salah karena kenaikan harga tersebut merupakan respons dari tingginya harga minyak.

"Kenaikan harga minyak dunia akan dibarengi dengan kenaikan ICP (Indonesian Crude Price/minyak mentah Indonesia) dimana tiap kenaikan US$ 1 ICP akan berdampak pada beban subsidi dan kompensasi yang harus dibayarkan ke Pertamina dan PLN," ungkap Mamit, kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (14/4/2022).

Namun, pemerintah tidak bisa langsung menaikkan tarif listrik, BBM dan LPG 3 Kg secara berbarengan karena masyarakat baru mulai  menjalankan roda perekonomian setelah hampir 2 tahun dilanda pandemi Covid-19.

Mamit menjelaskan, kenaikkan tarif PPN 11 persen dan BBM Pertamax sudah cukup menimbulkan gejolak di masyarakat. Hal itu, semakin diperparah dengan kenaikan harga minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnua sejak Februari 2022 dan akan semakin tinggi menjelang Idul Fitri.

"Pengeluaran Idul Fitri pastinya akan lebih besar dibandingkan bulan lain. Setelah itu, bulan Juni akan memasuki tahun ajaran baru, dimana ada pengeluaran biaya sekolah anak. Jadi bisa dibayangkan beban yang harus ditanggung jika dilakukan kenaikan dalam waktu dekat," ungkap Mamit

Terkait dengan itu, lanjutnya, pemerintah harus memberi ruang kepada masyarakat untuk meningkatkan ekonomi terlebih dahulu, sebelum menaikkan tarif listrik, BBM dan LGP 3 Kg. Itupun harus dilakukan secara bertahap dan pada momen yang tepat. 

"Jika tidak, saya khawatir akan menimbulkan gejolak di masyarakat, yang justru biaya yang dikeluarkan akan semakin besar," ungkap Mamit.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda