Kisah Rio Pebrian, Sempat Terancam Putus Sekolah Kini Sukses berkat Jualan di E-commerce
Setelah merambah platform jual-beli online, dia mendirikan toko sendiri, Kahasil. Dia mempelajari bagaimana memasarkan produknya di e-commerce, dengan melihat tutorial di YouTube, belajar di Lazada University, serta berdikusi dengan sesama penjual.
Rio bertemu dengan partner bisnisnya, Kang Tata, seorang kuli panggul yang bisa menjahit. Mereka pun memproduksi tas, dompet dan waist bag untuk brand Kahasil. Akhirnya, dia punya tempat produksi pertama di Garut.
Setelah itu, Rio terus mengembangkan brand dengan produk-produk buatan sendiri. Dia kembali ke kampung halamannya, Ciamis, dan mencari mitra perajin dan memproduksi barang untuk Kahasil. Di Ciamis, dia punya gudang operasional.
Kemudian, Rio bersama brandnya pun menggaet para perajin, komunitas hingga ibu-ibu rumah tangga untuk memproduksi barang-barang atas nama brandnya. Tak puas sampai situ, Rio menjajal peluang menjual produk makanan yang diproduksi ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya, yang diberi nama Kahasil Snack.
Usahanya berkembang mengikuti tren kekinian, dan produk yang diminati konsumen. Akhirnya, Kahasil berekspansi dengan menjual jam tangan. Namun produk unggulannya saat ini adalah waist bagi yang sudah terjual 100.000 pieces.
Kini, Rio dan brandnya telah menjadi bagian dari LazMalldi salah satu e-commerce, bersama dengan banyak brand ternama nasional dan internasional lainnya. Ini bukti, dia berhasil membawa usahanya naik kelas, serta mampu memberdayakan masyarakat. Dia juga telah membangunkan rumah besar untuk orang tuanya.
"Memang semua terasa sulit untuk pertama kalinya tapi dengan keyakinan dan kemauan terus beradaptasi dan belajar, saya tetap percaya akan sukses," tuturnya.
Editor: Jujuk Ernawati