Melihat Jantung Kendali Tambang Bawah Tanah PT Freeport Indonesia: Canggih, Kompleks, bak Main Game
Pada 1972 itu pula dimulai pengapalan konsentrat tembaga untuk pertama kalinya ke Hibi, Jepang. Produksi Freeport pada saat itu baru mencapai 8.000 ton bijih/hari, kemudian meningkat menjadi 18.000 ton bijih/hari.
Ertsberg selesai dikeruk pada 1988. Namun ini tidak berarti Freeport mandeg beroperasi. Raksasa tambang ini telah menemukan harta karun lainnya berupa Gunung Grasberg. Penambangan terbuka dengan skala lebih besar dilakukan. Era Grasberg pun berakhir pada 2019.
Mengacu data perseroan, PTFI memulai investasi proyek pengembangan bawah tanah sebagai kelanjutan dari tambang terbuka Grasberg. Tak kurang duit 9 miliar dolar AS digelontorkan dan tambahan 20 miliar dolar AS akan diinvestasikan sampai dengan 2041. Estimasi kandungan cadangan mineral mencapai 963 juta metrik ton.
Hengky Rumbino menyebut, PTFI adalah perusahaan pertama di dunia yang melakukan model penambangan dengan metode remote. Operasional itu tentu tak bisa dilakukan PTFI sendiri. Ada banyak pihak lain terlibat sehingga tercipta satu sistem kendali jarak jauh seperti sekarang.
"Kami kembangkan sejak 2008 bekerja sama dengan Caterpillar. Waktu itu karena ada kebutuhan, kemudian kita diskusi panjang sampai akhirnya uji coba dan berjalan. Karena itu, yang underground mine seperti ini (kendali jarak jauh) kita yang pertama," tuturnya.