Menilik Sejarah Kenaikan Harga BBM sejak Masa Pemerintahan Soekarno hingga Jokowi
Lantas bagaimana jejak harga BBM dari masa ke masa? Berikut ulasannya
1. Soekarno
Kenaikan harga BBM pertama kali terjadi pada masa pemerintahan Soekarno. Presiden pertama RI itu diketahui telah menaikkan harga BBM sebanyak 2 kali yakni pada 3 November 1965 menaikkan harga Premium menjadi Rp0,3 dan solar Rp0,2.
Kemudian dua bulan setelahnya, pada 3 Januari 1966, pemerintah kembali menaikkan harga BBM premium menjadi Rp1,00 dan solar Rp0,80. Kemudian, pada 27 Januari 1966, pemerintah melalukan penyesuaian harga BBM premium yang diturunkan menjadi Rp0,5 dan solar menjadi Rp0,4. Kenaikan harga BBM pada masa ini sebesar 66 persen.
2. Soeharto
Kenaikan BBM juga dilakukan pada era pemerintahan Soeharto sebanyak 3 kali. Diawali pada 1980, harga BBM Premium naik menjadi Rp150 per liter dan Solar Rp52,5. Kemudian pada 1993, Premium naik menjadi Rp700 per liter, sedangkan Solar naik jadi Rp380. Hingga pada 1998, Premium naik menjadi Rp 1.200 dan Solar Rp 600. Pada masa pemerintahan Soeharto, harga BBM naik 7 kali lipat atau setara 700 persen.
3. BJ Habibie
Berbeda dengan masa pemerintahan sebelumnya, masa kepresidenan BJ Habibie justru tak ada kenaikan, melainkan penurunan harga. Presiden Habibie diketahui menurunkan harga BBM Premium yang semula Rp1.200 menjadi Rp1.000 per liter. Penurunan harga tersebut sebesar 16 persen. Adapun masa pemerintahan Bj Habibie juga terbilang cukup singkat yaitu sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.
4. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Di masa kepemimpinan Abdurrahmah Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, harga BBM kembali melonjak pada 1 Oktober 2000 menjadi Rp1.150 per liter untuk jenis Premium dan Rp600 untuk Solar. Kemudian 1 Juli 2001 Premium naik Rp1.450 sedangkan Solar Rp1.250. Kenaikan di era Gus Dur ini terhitung sebesar 26 persen.