Meningkat Signifikan, Pendapatan Konsolidasi MNCN Naik 40 Persen di Kuartal II 2021

MNC Media ยท Selasa, 03 Agustus 2021 - 08:00:00 WIB
Meningkat Signifikan, Pendapatan Konsolidasi MNCN Naik 40 Persen di  Kuartal II 2021
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan peningkatan yang signifikan dalam pendapatan konsolidasi di kuartal II 2021 sebesar Rp2.722 miliar. (FOTO MNC Media).

JAKARTA, iNews.id - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan peningkatan yang signifikan dalam pendapatan konsolidasi di kuartal II 2021 sebesar Rp2.722 miliar. Angka tersebut, naik 40 persen (YoY) dari Rp1.951 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Sementara total pendapatan yang dicapai pada semester I 2021 tercatat sebesar Rp4.863 miliar, mengalami peningkatan sebesar 23 persen (YoY) dari Rp3.967 miliar pada semester I 2020.

Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, menyambut positif kinerja MNCN di kuartal II 2021 dan Semester I 2021 tersebut. 

“Saya sangat senang dengan kinerja perseroan sejauh ini di tahun 2021. Kinerja luar biasa MNCN di kuartal ini membuat kami berada di jalur yang tepat untuk melampaui ekspektasi setahun penuh dan arus kas kami yang kuat memungkinkan untuk melanjutkan rencana penurunan hutang lebih cepat dari yang dijadwalkan," ujar Hary Tanoesoedibjo, dalam 
keterangannya, di Jakarta, Senin (2/8/2021). 

Peningkatan pendapatan perseroan tidak terlepas dari kontribusi pendapatan iklan yang pada kuartal II 2021 
menorehkan pertumbuhan sebesar 47 persen (YoY) menjadi Rp2.655 miliar dibandingkan periode sama di tahun lalu yang sebesar Rp1.803 miliar. 

Pendapatan non-digital yang merupakan kontributor utama pendapatan iklan perseroan, mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 31 persen (YoY) dari Rp1.593 miliar di kuartal II 2020 menjadi Rp2.087 miliar di kuartal II 2021. 

Adapun total pendapatan yang diperoleh RCTI pada bulan April 2021 telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah FTA TV di 
Indonesia dengan mencapai Rp441 miliar pada bulan tersebut.

Selain itu, pertumbuhan pendapatan non-digital yang signifikan berasal dari kinerja berbagai program reguler dan special yang baik, serta dimulainya EURO 2020, yang ditayangkan pada kuartal tersebut yang menghasilkan iklan reguler dan iklan non-reguler yang signifikan bagi MNCN. 

Perseroan juga berhasil memperoleh pencapaian yang hampir setara dengan perolehan pada kuartal II 2019, yang membuka jalan untuk kinerja yang baik pada semester kedua di tahun buku 2021.

Pendapatan digital mengalami pertumbuhan sebesar 171 persen (YoY) dari Rp209,8 miliar pada kuartal II 2020 menjadi Rp568,2 miliar pada Q2-2021. 

Hal ini disebabkan oleh kinerja baik RCTI+ secara berkelanjutan, serta sumber pendapatan digital MNCN lainnya yaitu monetisasi media sosial di Facebook, YouTube, TikTok, dan portal online milik Perseroan, yang terus menunjukkan pencapaian positif di tahun ini.

Sementara itu, pada semester I 2021, pendapatan iklan mengalami kenaikan sebesar 27 persen (YoY) menjadi Rp4.595 miliar dari Rp3.615 miliar pada periode yang sama di tahun lalu, dengan rincian sebagai berikut: 

1. Iklan non-digital mengalami peningkatan sebesar 16 persen (YoY) menjadi Rp3.706 miliar dari Rp3.207 miliar pada semester I 2020

2. iklan digital megalami peningkatan yang signifikan sebesar 117 persen menjadi Rp889,2 miliar pada H1-2021 dari Rp409 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.

Untuk pendapatan konten di kuartal II 2021 mengalami peningkatan sebesar 4 persen (YoY) menjadi Rp349,8 miliar dibandingkan sebelumnya yaitu Rp336,5 miliar di Q2-2020.

Sebaliknya, pendapatan konten di H1-2021 mengalami penurunan sebesar 10 persen (YoY) dari Rp807,9 miliar di tahun 2020 menjadi Rp727 miliar, yang mewakili konten yang dipasok ke TV FTA milik MNCN. 

Menurut Hary, perseroan berada di jalur yang tepat untuk tahun yang luar biasa dan diversifikasi berkelanjutan dari bisnis digital, perluasan pendirian operasi game, dan kinerja kuat yang berkelanjutan dari TV FTA. 

"Ini menggambarkan kemajuan yang telah kami buat untuk memposisikan MNCN agar dapat memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk tahun-tahun mendatang,” kata Hary Tanoesoedibjo.

Pendapatan konten yang berasal dari pihak ketiga (ditampilkan sebagai pendapatan konten setelah eliminasi) tercatat sebesar Rp221,9 miliar pada semester I 2021.

Ditopang pendapatan perseroan yang tumbuh signifikan, MNCN membukukan kenaikan laba bersih sebesar 25 persen (YoY) atau menjadi Rp843,2 miliar pada kuartal II 2021, dibandingkan Rp674,9 miliar di tahun sebelumnya. 

Dengan mengecualikan nilai penyesuaian forex, laba bersih dibukukan sebesar Rp745,8 miliar dibandingkan Rp466,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang mewakili peningkatan sebesar 60 persen (YoY) dengan marjin laba bersih sebesar 27 persen.

Untuk Semester I 2021, laba bersih perseroan mengalami peningkatan sebesar 26 persen (YoY) menjadi Rp1.264 miliar dari Rp1.008 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Editor : Jeanny Aipassa