OJK Targetkan Pasar Modal Indonesia Himpun Dana Rp182,5 Triliun di Akhir 2022

Cahya Puteri Abdi Rabbi ยท Senin, 03 Oktober 2022 - 17:53:00 WIB
OJK Targetkan Pasar Modal Indonesia Himpun Dana Rp182,5 Triliun di Akhir 2022
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Pasar Modal Indonesia dapat menghimpun dana hingga Rp182,5 triliun pada akhir 2022. Per 30 September 2022, dana yang dihimpun Pasar Modal Indonesia tercatat sebesar Rp175,34 triliun.

“Kami targetkan Rp182,5 triliun untuk rising fund dan bursa menargetkan 55 perusahaan listing pada 2022,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Senin (3/10/2022).

Hingga akhir September 2022, sebanyak 48 emiten baru tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara itu, pada pipeline masih terdapat 90 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp61,31 triliun.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,92 persen month to date (mtd)  ke level 7.040,80 dengan non residen mencatatkan inflow sebesar Rp3,055 triliun. Adapun, secara year to date (ytd), IHSG tercatat menguat sebesar 6,98 persen dengan non residen membukukan net buy sebesar Rp69,47 triliun. 

Di Pasar SBN, non residen mencatatkan outflow sebesar Rp18,84 triliun mtd sehingga mendorong rerata yield SBN naik sebesar 30,10 bps mtd di seluruh tenor. Rerata yield SBN telah meningkat sebesar 79,73 bps dengan non residen mencatatkan net sell sebesar Rp150,67 triliun.

“Solidnya kinerja perekonomian domestik turut menjaga kinerja IHSG relatif lebih baik dibandingkan negara kawasan, di tengah koreksi signifikan pasar keuangan global,” ujarnya.

Inarno menjelaskan, kinerja IHSG yang stabil turut ditopang oleh kinerja emiten yang meningkat. Dari 722 emiten saham yang telah menyampaikan laporan keuangan tengah tahunan 2022, sebanyak 479 emiten atau sebesar 66,34 persen menunjukkan peningkatan kinerja dengan pertumbuhan pendapatan tercatat sebesar 22,97 persen secara tahunan dan peningkatan laba sebesar 74 persen. 

Lebih lanjut, sebagai upaya pendalaman pasar, BEI resmi mencatatkan produk investasi baru yakni Waran Terstruktur pada 19 September 2022 lalu. Adapun, Waran Terstruktur diterbitkan dengan tiga seri dan masing-masing ditawarkan sebanyak 30 juta unit. Hingga akhir September 2022, nilai transaksi Waran Terstruktur mencapai Rp38,44 miliar. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda