Penuh Tipu Muslihat, Begini Modus yang Dilakukan Pinjaman Online Ilegal untuk Jerat Korbannya

Rizqa Leony Putri ยท Rabu, 29 September 2021 - 13:15:00 WIB
Penuh Tipu Muslihat, Begini Modus yang Dilakukan Pinjaman Online Ilegal untuk Jerat Korbannya
Ilustrasi pinjaman online ilegal. (Foto: dok Cermati)

JAKARTA, iNews.id - Saat ini banyak sekali produk pinjaman yang bisa digunakan oleh masyarakat, tetapi pinjaman online (pinjol) masih tetap menjadi alternatif yang paling banyak dipilih. Alasannya tidak lain karena produk pinjaman tersebut memiliki syarat dan proses pengajuan yang ringan serta cepat cair.  

Meski begitu, jika Anda berencana untuk mengajukan pinjaman online, jangan lupa untuk tetap waspada dan berhati-hati. Pasalnya, oknum yang menawarkan layanan pinjaman online atau pinjol secara ilegal masih sangat banyak dan bisa mengancam siapa saja yang lengah.  

Salah satu hal yang menjadi masalah adalah oknum pinjol ilegal tersebut serasa tidak kehabisan akal untuk menjerat korbannya. Meski literasi keuangan di masyarakat lambat laun semakin baik, banyak modus baru yang dilakukan oleh pinjaman online bodong demi berhasil menjebak calon korbannya.

Nah, agar bisa menghindarinya, simak tiga modus umum yang sering dilakukan oleh pinjol ilegal sebagaimana dijelaskan oleh OJK berikut ini. 

Penawaran Pinjaman Dilakukan Via Pesan Singkat 

Modus yang pertama ini bisa dibilang sebagai modus yang paling sering dilakukan oleh oknum pinjaman online ilegal. Biasanya, pinjol bodong akan mengirimkan pesan singkat yang dikirim via SMS atau platform lain seperti Whatsapp dengan menggunakan nomor tak dikenal.  

Pesan singkat tersebut umumnya berisi penawaran pinjaman online yang bisa diajukan dengan berbagai embel-embel yang dirangkai sebegitu menariknya, seperti, hanya bersyaratkan KTP, pencairan dana kilat, dan lain sebagainya. Hal tersebut dilakukan agar calon korbannya langsung tergiur dan tidak berpikir panjang untuk mengajukan pinjaman di layanan tersebut. 

Padahal, berdasarkan aturan dari OJK, penawaran layanan keuangan khususnya pinjaman dilarang disampaikan via sarana komunikasi pribadi, kecuali telah mendapatkan persetujuan dari pihak penggunanya. Untuk bisa mengajukan pinjaman online di layanan yang legal, calon klien wajib memenuhi sejumlah syarat dan dokumen terlebih dahulu guna memitigasi risiko di pihak pemberi pinjaman maupun penggunanya.  

Dalam kata lain, penawaran pinjaman online yang dilakukan melalui pesan singkat, baik itu SMS maupun aplikasi messaging seperti WhatsApp, dapat dipastikan ilegal dan tak seharusnya digubris. 

Modus Transfer Uang ke Rekening Korban secara Langsung

Tak sedikit dari Anda mungkin pernah mendengar kisah salah seorang warga net beberapa waktu lalu tentang pengalamannya mendapatkan kiriman uang dari rekening tak dikenal secara tiba-tiba. Setelah ditelusuri asal muasal pengirimnya, ternyata diketahui berasal dari salah satu pinjaman online ilegal. 

Hal tersebut memanglah sebuah modus yang cukup sering dilakukan oleh oknum pinjol ilegal dan sudah terjadi pada banyak orang. Walaupun tidak pernah melakukan pengajuan, penerima transferan gelap secara sepihak menjadi nasabah dan pihak pinjaman online tetap akan melakukan penagihan hingga teror jika tidak lekas membayar cicilan yang sudah dibebankan oleh bunga dan denda.  

Jika Anda pernah mengalami hal tersebut, jangan langsung panik dan tetap tenang. Untuk menyiasati modus penipuan ini, Anda perlu menyimpan uang tersebut baik-baik dan sampaikan kepada pihak pinjol ilegal bahwa Anda sebenarnya tidak pernah melakukan pengajuan pinjaman.  

Sampaikan pula bahwa uang tersebut bersedia dikembalikan sepenuhnya dan secepatnya. Apabila pihak pinjol bersikukuh dan terus melakukan penagihan yang sudah disertai bunga atau biaya lain yang membengkakkan nominalnya, Anda bisa melaporkannya ke pihak kepolisian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar langkah hukum bisa ditempuh.  

Replikasi Nama dan Logo Pinjol Legal Semirip Mungkin 

Modus terakhir yang sering dilakukan oleh pinjaman online bodong dalam menjerat korbannya adalah meniru. Tidak hanya nama, tetapi juga logo dari pinjaman online yang resmi. Modus ini biasanya dilakukan dengan cara mengiklankan produk pinjaman ilegal menggunakan nama yang hanya mempunyai sedikit perbedaan yang sulit dicermati.  

Perbedaan biasanya pada letak spasi, penggunaan huruf kapital atau huruf kecil, dan satu huruf saja. Hal ini tentu saja dapat membuat siapa saja yang lengah langsung terjebak, apalagi bagi mereka yang tengah terdesak masalah keuangan dan perlu mengajukan pinjaman online dengan segera.  

Bahkan, demi meningkatkan potensi korban berhasil dikelabui, tak sedikit pinjaman online ilegal menggunakan logo OJK sebagai indikasi layanan yang resmi dan terpercaya. Padahal, hal tersebut hanyalah kebohongan semata yang tidak seharusnya Anda telan mentah-mentah. 

Demi Keamanan, Cek Kembali Legalitas Layanan Pinjaman Online di OJK 

Itulah tiga modus yang sering dilakukan oleh pinjaman online ilegal dalam menjebak korbannya. Demi keamanan, sebaiknya Anda hanya mengajukan pinjaman online pada platform yang telah terbukti legalitasnya, terdaftar, dan mengantongi izin resmi dari OJK.

Anda bisa melihat langsung daftar fintech dan pinjaman online yang telah terdaftar dan memiliki izin usaha dari OJK di laman situs resminya atau menghubung pihak OJK melalui nomor kontak 157 atau via Whatsapp di nomor 081 157 157 157. 

(CM)

Editor : Rizqa Leony Putri

Bagikan Artikel: