Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Kuat M7,1 Guncang Malaysia, Tak Ada Laporan Korban dan Kerusakan
Advertisement . Scroll to see content

Pria Ini Dulu Nyaris Tewas karena Tsunami, Kini Sukses Bisnis Omzet Rp20 Miliar Sebulan

Selasa, 17 Mei 2022 - 06:36:00 WIB
Pria Ini Dulu Nyaris Tewas karena Tsunami, Kini Sukses Bisnis Omzet Rp20 Miliar Sebulan
Firmansyah, dulu nyaris tewas karena tsunami, kini sukses bisnis omzet Rp20 miliar sebulan. Foto: YouTube Pecah Telur
Advertisement . Scroll to see content

Setelah selamat, kakaknya yang di Jakarta dan Batam menjemput dan merawatnya. Singkat cerita, setelah kondisi membaik, Firman melanjutkan sekolah dan bekerja sebagai staf IT di salah satu bank syariah terkemuka di Indonesia.

Saat itu, Khadafi yang juga bekerja sebagai staf IT di suatu perusahaan berniat mendirikan perusahaan software consultant. Khadafi pun mengajak Firman sebagai partnernya dan mereka memulai bisnis tersebut dari nol dengan modal Rp5 juta.

"Ketika Khadafi fokus di Amanah, saya masih bekerja. Jadi saya main 2 kaki. Akhirnya konsentrasi saya buyar dan saya memutuskan untuk resign meskipun grade saya diusulkan naik, meskipun banyak dipertanyakan," ujarnya.

Proyek terbesar mereka saat merintis startup adalah ketika meng-handle permintaan klien dari travel agent dengan nilai sebesar Rp250 juta. Klien Amanah juga tidak berasal dari tender, namun kebanyakan dari mulut ke mulut.

"Kami tidak menerima permintaan produk yang diharamkan Islam, lalu mengikuti tender yang berbau-bau suap. Kami enggak menerapkan prinsip yang menyalahkan agama. Transaksi dan deposit nasabah itu juga enggak diapa-apakan, menjaga agar tetap amanah," kata Firman.

Selain proyek dari klien, Amanah juga memiliki layanan Bisatopup, yaitu platform yang menyediakan pembelian pulsa online, token PLN, tagihan online, voucher game dengan harga yang lebih terjangkau dari harga pasar.

"Saat ini, Bisatopup sudah memiliki 600.000 transaksi per bulan, dan omzetnya Rp20 miliar per bulan, dengan jumlah member 200.000 lebih. Kami tidak bekerja dengan investor, dan tidak mengambil investor karena kita ingin fokus menjadi perusahaan muslim," ucap Khadafi.

Firman mengatakan, keputusannya dan Khadafi mengembangkan Amanah tidak semata hanya mencari keuntungan, namun menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang.

"Bisnis itu tidak hanya memikirkan untung dan rugi, tapi harus memikirkan dunia dan akhirat," katanya. 

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut