Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apple Lagi-Lagi Kalah di Pengadilan Kasus Epic Games
Advertisement . Scroll to see content

Regulator Antimonopoli China Blokir Rencana Merger Platform Games Online Huya dan Douyu

Senin, 12 Juli 2021 - 08:19:00 WIB
Regulator Antimonopoli China Blokir Rencana Merger Platform Games Online Huya dan Douyu
Tencent Holdings Ltd, perusahaan teknologi asal China. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Tencent yang berbasis di Shenzhen, memegang 43 persen pangsa pasar video game China pada 2020. Perusahaan teknologi tersebut  memiliki 37 persen saham di Huya dan 38 persen Douyu. Tencent diperkirakan akan memiliki sekitar 67 persen saham di perusahaan yang dimerger.

Dalam pernyataannya, SAMR mengungkapkan telah meninjau usulan merger Huya dan Douyu sejak Januari 2021, dan telah meminta pendapat dari lembaga pemerintah terkait, pakar, dan pesaing di industri. 

"Kami juga berkomunikasi dengan Tencent selama peninjauan, dan meskipun perusahaan mengajukan proposal merger yang direvisi, hal itu dinilai gagal untuk mengurangi dampak negatif pada persaingan pasar," bunyi pernyataan SAMR. 

Menanggapi keputusan tersebut, manajemen Tencent menyatakan akan mematuhi keputusan SAMR, serta beroperasi sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku, dan memenuhi tanggung jawab sosial perseroan. 

Manajemen Huya juga menyampaikan pernyataan senada. Sedangkan manajemen Douyu menyatakan sepenuhnya menghormati keputusan hukum dari SAMR dan akan bekerja sama sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut