Sindiran Menkeu soal Kecilnya Nilai Ekspor BUMN Farmasi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 13 September 2018 - 19:53 WIB
Sindiran Menkeu soal Kecilnya Nilai Ekspor BUMN Farmasi

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Nilai ekspor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi dinilai masih minim.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyindir kurang bertajinya kinerja BUMN farmasi. Dia heran saat mengetahui nilai ekspor PT Bio Farma (Persero) dalam setahun tak sampai 20 juta dolar AS.

"Katanya ekspornya sekitar 17 juta dolar AS. Kalaupun digemukkan menjadi 20 juta dolar AS, masih kecil," kata Menkeu di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Industri farmasi selama ini kerap mengimpor bahan baku dalam jumlah besar. Bahkan, sekitar 90 persen bahan baku industri ini diimpor dari luar negeri senilai 5 miliar dolar AS.

Menurut Menkeu, total ekspor Bio Farma sangat kecil bila dibandingkan total ekspor nasional yang dalam setahun bisa mencapai 155 miliar dolar AS. Dia pun mendorong agar Bio Farma yang fokus memproduksi vaksin dan antisera itu untuk meningkatkan kinerja ekspornya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, potensi pasar farmasi di tingkat global sangat besar. Pasalnya, dunia saat ini banyak memerangi berbagai penyakit.

"Harusnya bisa sangat besar, kenapa saya meyakinkan seperti itu? Karena saya tahu betul bahwa dunia sebetulnya belum lama ini mendeklarasikan bisa bersama-sama memerangi kemiskinan," ucapnya.

Ia melanjutkan, penduduk dunia yang berada di negara dengan tingkat penghasilan rendah kini perlahan mulai merangkak naik ke level selanjutnya. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian dunia sedang menuju titik kemajuan.

"Maka lifestyle dan kebutuhan mereka akan menjadi meningkat. Artinya demand atau permintaan barang jasa termasuk yang utama kesehatan itu menjadi sangat tinggi," kata dia.

Menkeu menyarankan untuk fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu cara untuk mendongkrak ekspor. Menurut dia, karakter industri ini membutuhkan SDM berkualitas tinggi sehingga bisa membuat produk yang berdaya saing tinggi dan masuk dalam rantai pasok global.

Editor : Rahmat Fiansyah