Terancam Diblokir di AS, TikTok Dikabarkan Akan Diakuisisi Microsoft

Rahmat Fiansyah ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 07:40 WIB
Terancam Diblokir di AS, TikTok Dikabarkan Akan Diakuisisi Microsoft

Microsoft. (Foto: Ist)

SAN FRANSISCO, iNews.id - Microsoft dikabarkan mencari cara mengakuisisi operasional TikTok di AS. Jika terjadi, maka akuisisi ini akan meredakan tekanan pemerintah terhadap platform berbagi video asal China itu.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (1/8/2020), pemerintah AS tengah mempertimbangkan pendekatan yang lebih lunak untuk memaksa ByteDance, selaku pemilik TikTok melepas sahamnya di AS.

Sebelumnya, AS berencana memblokir TikTok. Keberadaan TikTok di AS dinilai berpotensi meningkatkan risiko ancaman nasional.

Presiden AS, Donald Trump dikabarkan mengeluarkan perintah eksekutif pelarangan TikTok pekan depan. Namun, Trump juga mencari solusi alternatif soal TikTok.

"Kami mengamati TikTok. Mungkin kami akan melarang TikTok. Kami tengah mencari banyak alternatif dengan rasa hormat kepada TikTok," kata TikTok.

Jejak TikTok di Negeri Paman Sam sebenarnya sudah cukup lama. Pada 2017, ByteDance membeli Musical.ly dan menggabungkannya dengan TikTok. Gabungan keduanya membuat media sosial itu booming. Situasi ini membuat pejabat di negara tersebut khawatir dengan potensi China akan memanfaatkan aplikasi itu untuk menambang data pribadi warga AS.

Microsoft sebenarnya bukan satu-satunya yang dikabarkan tertarik mengakuisisi TikTok. Sejumlah kompetitor seperti Facebook, Apple, Amazon, dan Google juga tertarik meski ada hambatan dari sisi regulasi.

Sementara Microsoft dalam beberapa tahun terakhir cukup gencar berinvestasi di bisnis media sosial. Pada 2016, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen itu membeli platform pencari kerja, LinkedIn.

Juru bicara TikTok, Jamie Favazza enggan mengomentari spekulasi soal kabar Microsoft. Perusahaan asal China itu menekankan platform itu tidak menyuplai data kepada Beijing meski kantor pusat ByteDance ada di sana.

"Jutaan keluarga Amerika menggunakan TikTok sebagai hiburan dan sarana untuk berkreativitas," katanya.

Editor : Rahmat Fiansyah