BNI Raup Laba Bersih Rp5,4 Triliun di Kuartal I 2025
Segmen konsumer menjadi kontributor terbesar kedua dengan pertumbuhan sebesar 13 persen YoY menjadi Rp144,9 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari personal loan yang meningkat 13,7 persen dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tumbuh 12,5 persen secara tahunan.
Pada kredit segmen menengah, pertumbuhan ditopang oleh kredit komersial yang meningkat 2,6 persen YoY. Sementara itu, segmen kecil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan non-Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 6,1 persen YoY.
Komposisi kredit BNI secara keseluruhan didominasi segmen korporasi sebesar 56,6 persen dari total pembiayaan, diikuti segmen konsumer 18,9 persen, kredit segmen menengah dan kecil masing-masing 12,6 persen dan 9,6 persen.
Kontribusi pembiayaan dari anak usaha juga meningkat dari 1,6 persen menjadi 2,2 persen. Pertumbuhan kredit BNI secara konsolidasi pada kuartal I 2025 dinilai telah sesuai dengan target yang ditetapkan perseroan untuk sepanjang tahun ini.
Dari sisi kualitas aset, rasio non performing loan (NPL) BNI terjaga di level 2 persen dan loan at risk (LAR) turun menjadi 10,9 persen dari 13,3 persen pada kuartal I-2024.