Terpilih sebagai Deputi Gubernur BI, Ini Visi Doni Primanto

Kunthi Fahmar Sandy ยท Senin, 13 Juli 2020 - 18:21 WIB
Terpilih sebagai Deputi Gubernur BI, Ini Visi Doni Primanto

Deputi Gubernur BI Doni Primanto menyampaikan visi mewujudkan perekonomian Indonesia tumbuh, berdaya tahan dan inklusif. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Doni Primanto Joewono telah terpilih sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI). Doni menggantikan Erwin Rijanto yang masa jabatannya berakhir pada Juni 2020.

Sebelumnya, Doni telah menjalankan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada pekan lalu. Doni menyampaikan visi dan misi mewujudkan perekonomian Indonesia tumbuh, berdaya tahan dan inklusif.

Doni mengungkapkan, akan mendorong optimalisasi industri manufaktur dan pariwisata sebagai salah satu strategi membangkitkan ekonomi Indonesia pasca Covid-19.

Di sektor pariwisata, dia akan mendorong penguatan destinasi wisata utama seperti pulau Bali dan Bintan. “Objek wisata potensial di Bali dan Bintan untuk menarik asing asal Singapura, Malaysia, dan Australia,” katanya.

Doni juga menyoroti mengenai isu syariah. Jika diibaratkan, perbankan syariah itu adalah sebuah mobil dan penumpang adalah nasabah. "Mobil tidak akan berjalan jika tidak disi dengan penumpang sama halnya dengan perbankan syariah," ujarnya.

Dia memaparkan Bank Indonesia ada tiga pilar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Pertama, pemberdayaan ekonomi syariah, kedua pendalaman pasar keuangan syariah dan ketiga penguatan riset dan edukasi termasuk sosialisasi dan komunikasi.

Doni mengungkapkan, mengembangkan dan memberdayakan ekonomi syariah antara lain ada di pondok pesantren. Indonesia memiliki sekitar 28 ribu pondok pesantren yang berpotensi menjadi demand atau nasabah bank syariah. "Karena itu, kami membuat pilot project untuk menjadikan holding pesantren," katanya.

Hal ini bertujuan untuk memperkuat pesantren sebagai salah satu komponen keuangan dan ekonomi syariah. "Kami dengan KNKS akan terus mendukung ekonomi syariah agar terdepan," ujar Doni.

Isu lainnya, yakni elektronifikasi atau keuangan digital. Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu cara untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Akselerasinya yakni melalui elektronifikasi bantuan sosial, transaksi pemda, hingga sektor transportasi.

"Digitalisasi mendorong elektronifikasi bansos ini sangat efektif, apalagi dalam kondisi Covid-19 ini adalah untuk mendorong ekonomi, mendorong supaya bansos betul-betul diterima dan menggerakkan ekonomi," katanya.

Selain digitalisasi pada sistem pembayaran, elektronifikasi pada sektor pemerintah daerah juga dinilai dapat terus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Dia akan mendorong digitalisasi di sejumlah daerah. 

Editor : Dani Dahwilani