Wall Street Ditutup Menguat setelah The Fed Tingkatkan Suku Bunga

Anggie Ariesta ยท Kamis, 16 Juni 2022 - 07:16:00 WIB
Wall Street Ditutup Menguat setelah The Fed Tingkatkan Suku Bunga
Wall Street ditutup menguat dengan reli S&P 500 dan pengumuman kenaikan suku bunga oleh The Fed pada perdagangan Rabu (15/6/2022) waktu setempat. (Foto: Istimewa)

NEW YORK, iNews.id - Wall Street ditutup menguat dengan reli S&P 500 pada perdagangan Rabu (15/6/2022) waktu setempat. Hal ini menghentikan penurunan lima sesi sebelumnya saat setelah pengumuman kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga untuk melawan kenaikan inflasi tanpa memicu resesi.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 303,7 poin atau 1 persen menjadi 30.668,53, S&P 500 (SPX) naik 54,51 poin atau 1,46 persen menjadi 3.789,99, dan Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 270,81 poin atau 2,5 persen menjadi 11.099,16.

Penurunan beruntun lima sesi untuk S&P 500 merupakan yang terpanjang sejak awal Januari.

The Fed menaikkan suku bunga targetnya sebesar tiga perempat poin persentase sekaligus yang terbesar sejak 1994, dan memproyeksikan ekonomi yang melambat dan meningkatnya pengangguran di bulan-bulan mendatang.

Ekuitas tampak bergejolak setelah pengumuman kenaikan suku bunga. Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan dalam konferensi persnya bahwa akan ada kenaikan 50 basis poin (bps) atau 75 basis poin pada pertemuan berikutnya di bulan Juli. Namun, dia mengharapkan kenaikan 75 basis poin menjadi menjadi umum.

"Begitu ketua Fed mengatakan bahwa mungkin ada kenaikan serupa 75 basis poin pada pertemuan berikutnya, saat itulah pasar naik," ujar kepala strategi investasi di CFRA Research di New York, Sam Stovall dikutip, Kamis (16/6/2022).

Investor dengan cepat meningkatkan ekspektasi mereka bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bps selama beberapa hari terakhir menyusul harga konsumen yang lebih kuat dari perkiraan pada hari Jumat lalu. Sebelumnya, telah diantisipasi secara luas bahwa The Fed akan mengumumkan kenaikan 50 bps, perubahan cepat dalam ekspektasi yang telah memicu aksi jual di pasar dunia.

Editor : Aditya Pratama

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda