Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : APBD DKI Jakarta 2026 Dipangkas, Stafsus Pramono Ungkap 2 Strategi Pembiayaan Alternatif
Advertisement . Scroll to see content

Bareng Iuran BPJS dan TDL, Kenaikan Bea Meterai Ganggu Psikologis Masyarakat

Kamis, 05 September 2019 - 14:28:00 WIB
Bareng Iuran BPJS dan TDL, Kenaikan Bea Meterai Ganggu Psikologis Masyarakat
Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo. (Foto: dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

"Mumpung Pak Jokowi baru naik periode dua, kebijakan yang tidak populis dinaikan di depan," ucap dia.

Menurut Prastowo, tarif bea meterai yang saat ini masing-masing Rp3.000 dan Rp6.000 sudah tidak relevan karena tarif terakhir kali diubah pada tahun 2000. Dengan kata lain, dia menilai usulan kenaikan menjadi Rp10.000 sangat tepat.

"Kalau saya lihat PDB (Produk Domestik Bruto) per kapita dari 2000 sampai sekarang naik dua kali lipat. Jadi, masih rentang wajar dari Rp6 ribu sampai Rp10 ribu," tuturnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut