Begini Kronologi dan Modus Kecurangan Seleksi CPNS di 9 Lokasi

Dita Angga · Rabu, 27 Oktober 2021 - 12:55:00 WIB
Begini Kronologi dan Modus Kecurangan Seleksi CPNS di 9 Lokasi
Sebanyak 225 perserta di 9 titik lokasi didga melakukan kecurangan seleksi CPNS, begini kronologi dan modusnya.

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) sudah emndapatkan laporan soal kecurangan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon pegawai Negeri Sipil (CPNS) di sejumlah titik lokasi (tilok). Sebanyak 225 peserta yang diduga terlibat kecurangan akan  didiskualifikasi.

“Pansel dan BKN serta KemenPANRB sedang membahas strategi untuk mendiskualifikasi peserta yang curang tanpa membuat gaduh,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo, Rabu (27/10/2021).

Berikut ini kronologi dan modus kecurangan SKD CPNS di 9 tilok:

1. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Buol (Aula BKPSDM Buol)

Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri Kabupaten Buol berlangsung pada 14-19 September 2021. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021. 

Laporan dugaan kecurangan pertama kali dibuat oleh Tim BKN pada 17 September 2021 setelah melihat pengerjaan SKD yang tidak wajar dan laporan di media sosial. Setelah dilakukan pengecekan pada seluruh PC, ada 2 PC ditemukan aplikasi remote rutserv.

Kemudian 1 PC dibawa ke Kanreg BKN Makassar untuk dilakukan forensik oleh BSSN, pengecekan kembali dilakukan terhadap seluruh PC. Hasil forensik IT terhadap PC tersebut membuktikan telah terjadi kecurangan dengan metode penggunaan aplikasi remote rutserv. Dengan aplikasi ini, orang lain di luar tilok tersebut membantu peserta mengerjakan SKD. 

Ada dugaan Kepala BKPSDM Buol terlibat dalam kecurangan ini dan telah dinonaktifkan oleh Bupati Buol. Setelah kasus Buol ini, BKN membuat aplikasi baru dengan melakukan audit trail dengan pendekatan deteksi fraud berbasis Machine Learning (ML). Dari hasil ML tersebut, ada 27 orang terdeteksi melakukan kecurangan.

2. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Enrekang (Aula Kantor Bupati Enrekang)

Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri Kabupaten Enrekang berlangsung pada 30 September-3 Oktober 2021. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Teknis Keamanan Informasi Pelaksanaan Seleksi CAT BKN Nomor FRM/OPR/029. 

Laporan dugaan kecurangan berasal dari laporan Tim BKN dan media daring pada 4 Oktober 2021. Tidak dilakukan forensik terhadap PC di Enrekang karena suasana kurang kondusif. BKN telah memperoleh beberapa data berupa image chat, audio, dan video terkait. Dari hasil analisis ML, ada 5 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

3. Tilok Mandiri Cost-Sharing Mandiri Kab. Mamuju, Kab. Pasang Kayu, Prov Sulawesi Barat (Gedung PKK Prov Sulawesi Barat)

Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri cost-sharing ini berlangsung pada 14-25 September 2021. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Teknis Keamanan Informasi Pelaksanaan Seleksi CAT BKN Nomor FRM/OPR/029. 

Laporan dugaan kecurangan berasal dari laporan Tim BKN pada 23 September 2021 dan media daring yang menunjukkan pengerjaan tidak wajar. Satu PC dari tilok ini dibawa ke Kanreg BKN Makassar untuk dilakukan forensik IT oleh Tim BSSN. Hasil forensik menunjukan terdapat aplikasi remote Zoho Meeting (Zoho Assist) yang diinstall pada 12 September 2021. 

Aplikasi ini terbukti dipakai pada saat pelaksanaan SKD pada tanggal 16 September 2021 Sesi I dan peserta yang diduga mendapat bantuan dari pihak lain mendapat nilai tertinggal nasional, 510. Dari hasil analisis ML, terdapat 40 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

4. Tilok Mandiri BKN Lampung (Aula Makorem 043 Garuda Hitam)

Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri BKN Lampung berlangsung pada 14 September-9 Oktober 2021. Peserta di tilok ini berasal dari multi-instansi, termasuk kementerian/lembaga. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Teknis Keamanan Informasi Pelaksanaan Seleksi CAT BKN Nomor FRM/OPR/029. 

Kasus di tilok ini berbeda dengan yang lain. Mereka menggunakan tilok palsu.

Modusnya adalah sebagai berikut:

a. Peserta melakukan registrasi, melakukan perekaman Face Recognition, dan mendapatkan PIN peserta.

b. Setelah berada di tenda steril, peserta tersebut keluar dari arena tilok untuk menuju di tilok palsu.

c. Di tilok palsu tersebut, PC yang digunakan diremote oleh orang lain (terdeteksi berasal dari kota Palembang dan Medan).

d. Peserta ini rata-rata tidak menggunakan masker saat mengerjakan SKD.

Dari hasil audit trail, terdapat 23 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: