DPR Dukung Langkah Cepat Kementerian BUMN Produksi Vaksin Covid-19  

Abdul Rochim · Kamis, 21 Januari 2021 - 00:07:00 WIB
DPR Dukung Langkah Cepat Kementerian BUMN Produksi Vaksin Covid-19  
Komisi VI DPR RI mengapresiasi kinerja Kementerian BUMN yang mendapat tanggung jawab besar dalam pengadaan vaksin Covid-19. (Foto: Antara) 

JAKARTA, iNews.id - Komisi VI DPR mengapresiasi kinerja Kementerian BUMN yang mendapat tanggung jawab besar dalam pengadaan vaksin Covid-19. Terjaminnya vaksin yang dipesan pemerintah Indonesia dari berbagai pengembang ternama di dunia, kesiapan kapasitas PT Bio Farma memproduksi 250 juta vaksin per tahun, serta rencana distribusi vaksin terintegrasi dinilai para anggota dewan sebagai indikator pemerintah solid dan siap memerangi pandemi Covid-19.  

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat antara Komisi VI DPR RI bersama Menteri BUMN, Erick Thohir dan Direktur PT Bio Farma (persero) Honesti Basyir di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021).  

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi VI, Faisol Reza tersebut selain membahas upaya pengadaan total 329 juta dosis vaksin Covid-19 yang dibutuhkan untuk memvaksin 70 persen  penduduk Indonesia agar terbentuk herd immunity, juga menyinggung kinerja Kementerian dalam meningkatkan performa perusahaan-perusahaan BUMN sepanjang 2020.  

"Hari ini kami mendengar penjelasan lengkap program vaksinasi nasional. Baik dari Menteri BUMN dan juga Direktur PT Bio Farma. Karena soal vaksin ini identik dengan Menteri Erick Thohir, maka Komisi VI memberikan dukungan politik yang kuat kepada Menteri BUMN untuk terus menjalankan agenda dan program vaksinasi nasional, mulai dari pengadaan, lalu produksi di Bio Farma yang merupakan BUMN, serta distribusi, hingga penyimpanan," ujar Wakil Ketua Komisi VI, Aria Bima asal PDI-P.  

Hal senada juga diungkapkan Andre Rosadie. Anggota partai Gerindra ini mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Menteri BUMN dalam membuka kerjasama dengan berbagai pengembang vaksin dan dunia internasional demi ketersediaan vaksin bagi Indonesia.  

“Saya hargai dan percaya atas usaha keras pemerintah untuk menyelamatkan Indonesia melalui pandemi. Hanya saja, selain fokus pada usaha vaksinasi nasional, Menteri BUMN dan Bio Farma juga harus gencarkan sosialisasi agar segala informasi hoaks tentang vaksin bisa dilawan. Itu tantangan dari program ini," lanjut Andre Rosadie.  

Dukungan serupa juga dilontarkan anggota Partai Kebangkitan Bangsa, Marwan Jaffar yang meminta agar dalam waktu mendatang penerima vaksin diperluas untuk bisa diberikan kepada para pelajar, terutama yang berada di pesantren, jemaah haji, dan lingkungan berisiko tinggi.  

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2