Genjot Pengembangan EBT, Komisi VII DPR Harap Ada Wamen ESDM

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 06 November 2019 - 16:05 WIB
Genjot Pengembangan EBT, Komisi VII DPR Harap Ada Wamen ESDM

Kementerian ESDM dinilai memerlukan wakil menteri untuk mendukung kinerja Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id -  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini tak lagi memiliki wakil menteri setelah Kabinet Indonesia Maju diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di tengah krusialnya pengelolaan ESDM bagi kehidupan masyarakat, sektor ini dianggap memerlukan wakil menteri (wamen) untuk membantu Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sugeng Suparwoto menuturkan, akan ada banyak pekerjaan rumah yang perlu dirampungkan Arifin Tasrif. Tantangan di sektor ESDM yang sangat luas membuat pos ini membutuhkan sosok wamen untuk menyokong kinerja Menteri ESDM.

"Ini menyangkut hak prerogatif pak Jokowi ya. Kalau pak Jokowi anggap perlu ya perlu. Tapi memang tantangan energi itu sangat luas cakupannya," kata Sugeng Suparwoto usai menghadiri pembukaan acara acara The 8th Indonesia EBTKE Conex di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (6/11/2019).

Melihat sejumlah persoalan energi yang cukup banyak seperti rendahnya pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), dia tetap menyarankan Jokowi menunjuk seorang wamen untuk membantu Arifin Tasarif.

"Apalagi tantangan ketersediaan dan kemandirian energi itu perlu kerja keras banyak orang. Jadi kalau pun ada (wamen) saya setujulah," ucapnya.

Jika posisi Wamen ESDM akan disiapkan, Sugeng menyarankan fokus tugasnya untuk mengakselerasi kontribusi EBT pada bauran energi nasional. Dengan begitu, dia berharap, target bauran energi nasional untuk EBT pada 2025 yang sebesar 23 persen bisa tercapai. 

"Satu cukup Wamen, sebagaimana tadi dalam forum perlu ada yang fokus pada EBT," ujarnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengakui, pemanfaatan EBT sebagai sumber energi masih sangat minim. Hal ini terlihat dari kontribusi EBT terhadap bauran energi yang baru mencapai 8,6 persen.

"Kita akan evaluasi agar bisa mempercepat itu. Memang akselerasi EBT ini dirasakan kecepatannya agak kurang," kata Menteri ESDM, Arifin Tasarif di acara The 8th Indonesia EBTKE Conex di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (6/11/2019).

Pemerintah menargetkan capaian bauran  energi mencapai 23 persen pada 2025. Untuk mencapai target tersebut pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi. Salah satunya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. 

Editor : Ranto Rajagukguk