Kebut EU-CEPA, Wamendag Ingin Buah Tropis Indonesia Makin Rajai Eropa
Wamendag ingin menuntaskan perundingan EU-CEPA sesegera mungkin. Bukan hanya buah, perjanjian tersebut bisa mendorong produk-produk barang dan jasa asal Indonesia bisa makin mudah menembus pasar Eropa.
"Sebelumnya, EU-CEPA rencananya akan diselesaikan tahun ini, tetapi karena pandemi, beberapa ronde perundingan harus tertunda sementara," katanya.
Tak hanya Eropa, Wamendag juga mendorong ekspor buah tropis ke negara-negara yang lebih dekat, seperti China, Jepang, dan Timur Tengah. China misalnya, membutuhkan buah tropis yang sangat banyak, sehingga pengusaha harus menangkap peluang tersebut.
“China relatif dekat dengan Indonesia dibanding Eropa. Saat ini mereka lebih banyak mendapat pasokan buah tropis dari negara-negara Amerika Tengah seperti Kosta Rica. Itu peluang yang sangat besar bagi Indonesia. Apalagi sekarang ada RCEP, kita akan dorong terus pengusaha, termasuk pengusaha buah ekspor bisa memanfaatkan RCEP,” katanya.
Pasar lain yang potensial adalah Timur Tengah. Di Turki, buah Indonesia masih dikenakan tarif hingga 48 persen. Sedangkan di Iran, buah Indonesia belum bisa diperdagangkan langsung karena blokade Amerika Serikat.
“Kita juga sedang melakukan perundingan dengan Turki dan Iran. Keduanya pasar yang sangat besar. Kita berharap bisa cepat menyelesaikannya sehingga para pengusaha kita bisa terbantu," katanya.
Editor: Rahmat Fiansyah