Menko Airlangga : Genjot Ekspor Florikultura, Penuhi Ceruk Pasar Dunia

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 07 Mei 2021 - 12:51:00 WIB
Menko Airlangga : Genjot Ekspor Florikultura, Penuhi Ceruk Pasar Dunia
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) melepas ekspor florikultura di Minaqu Home Nature, Jungle Fest, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). (Foto: Kemenko Perekonomian).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi pelepasan ekspor program florikultura dan benih sayuran. Hal ini ditujukan untuk mempercepat program pemerintah dalam upaya pencapaian pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan ekspor.

Apresiasi disampaikan Menko Airlangga dengan menghadiri acara pelepasan ekspor florikultura di Minaqu Home Nature, Jungle Fest, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Florikultura atau tanaman hias merupakan salah satu bagian dari subsektor hortikultura memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia.

Keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia memberikan peluang bisnis tanaman hias baik untuk penyediaan kebutuhan dalam negeri maupun dunia yang pasarnya masih terbuka lebar. Global market value tanaman hias mencapai nilai 22,329 miliar dolar Amerika Serikat, lebih tinggi dibandingkan kopi dan teh. Namun, Indonesia baru memenuhi ceruk pasar dunia sebesar 0,1%.

Selain ekspor tanaman hias, Indonesia juga mempunyai potensi besar dalam ekspor benih sayuran ke mancanegara. Hampir semua produk sayuran di Indonesia punya potensi pasar di luar terutama di Asean, seperti Malaysia dan Thailand. 

Beberapa komoditas yang cukup banyak permintaannya antara lain kangkung, tomat, buncis, labu, dan kacang panjang. Namun permintaan ekspor lebih luas daripada segi produksi. 

“Ke depan untuk peningkatan ekspor benih bisa ditingkatkan kerjasama beberapa perusahaan benih di Indonesia untuk membuka pasar ekspor dan promosi bersama ke luar negeri dengan fasilitasi Pemerintah,” kata Airlangga.

Adapun, pengembangan agribisnis tanaman hias dan benih sayuran ini tentunya akan menumbuhkan lapangan pekerjaan baru di setiap elemen rantai pasok, termasuk di dalamnya pengembangan dan perbanyakan bibit berteknologi melalui kultur jaringan. 

Selain itu, inovasi teknologi, pengembangan lahan produksi, standarisasi dan sertifikasi produk perlu ditingkatkan dan menjadi fokus utama.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari - Maret 2021 mencapai 48,90 miliar dolar AS atau meningkat 17,11% dibanding periode yang sama tahun 2020. Kinerja ekspor pada Maret 2021 mencapai 18,35 miliar dolar AS, yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, hampir melampaui posisi tertinggi sejak Agustus 2011 yang saat itu nilai ekspornya sebesar 18,64 miliar dolar AS.

Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2