Menko Airlangga Sebut Making Indonesia 4.0 Jadi Salah Satu Isu yang Diusulkan Presidensi Indonesia

Michelle Natalia ยท Selasa, 07 Desember 2021 - 12:39:00 WIB
Menko Airlangga Sebut Making Indonesia 4.0 Jadi Salah Satu Isu yang Diusulkan Presidensi Indonesia
Menko Airlangga menyampaikan bahwa Making Indonesia 4.0 menjadi salah satu isu yang diusulkan oleh Presidensi Indonesia. (foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Making Indonesia 4.0 menjadi salah satu isu yang diusulkan oleh Presidensi Indonesia. Sebagai salah satu showcasing inisiatif konkret Indonesia dalam forum G20, maka besok para Sherpa G20 akan mengunjungi Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). 

"Making Indonesia 4.0 menjadi salah satu isu yang diusulkan oleh Presidensi Indonesia, yaitu transformasi industri 4.0, Ekosistem Industri yang modern, ramah lingkungan, berkelanjutan dan berdaya saing tinggi," ujar Menko Airlangga dalam pertemuan ke-1 Sherpa G20 Indonesia 2022, Selasa (7/12/2021).

Airlangga menambahkan, PIDI 4.0 merupakan solusi satu atap dalam percepatan transformasi Industri 4.0 di Indonesia, dan menjadi jendela Indonesia 4.0 untuk dunia.

"PIDI 4.0 menawarkan 5 layanan utama dalam membantu Industri bertransformasi ke Industri 4.0 yaitu Showcase Center, Delivery Center, Capability Center, Ecosystem for Industry 4.0, dan Engineering and AI Center," kata dia.

Menko Airlangga menyebut, Presidensi G20 merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam kancah global, guna menjawab berbagai tantangan internasional. 

"Tentunya kepentingan nasional juga menjadi perhatian Pemerintah Indonesia, yaitu mewujudkan pemulihan ekonomi yang inklusif, berdaya-tahan, dan berkesinambungan," ucapnya.

Selain itu, Menko Airlangga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 mengusung tiga topik utama, yaitu Arsitektur Kesehatan Global yang merupakan upaya Indonesia untuk memperkuat dan menyusun kembali tata kelola dan arsitektur kesehatan global pasca pandemi. Mendorong Asean, terutama Indonesia menjadi transfer hub untuk pengembangan dan produksi vaksin.

Kedua, Transformasi berbasis Digital  membuat nilai-nilai ekonomi melalui teknologi digital serta mendorong digitalisasi sektor-sektor yang menjadi mesin pertumbuhan baru, dan ketiga, Transisi Energi untuk memperluas akses terhadap teknologi yang bersih dan terjangkau, serta pembiayaan untuk mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

"Ketiga topik utama tersebut akan menjadi guidance untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih pro-rakyat, lebih konkret, dan dapat diterapkan," terangnya.

Editor : Aditya Pratama

Bagikan Artikel: