Mobilitas Warga Masih Tinggi, Menko Airlangga Dorong Perketat PPKM di Wilayah Sulawesi

Jeanny Aipassa ยท Sabtu, 14 Agustus 2021 - 12:02:00 WIB
 Mobilitas Warga Masih Tinggi, Menko Airlangga Dorong Perketat PPKM di Wilayah Sulawesi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendorong Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Sulawesi semakin diperketat. 

Hal itu, disampaikan Menko Airlangga dalam Rapat Koordinasi
(Rakor) dengan para Kepala Daerah dan Forkompimda di wilayah Pulau Sulawesi secara virtual, bersama Menteri Kesehatan, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Kepala BNPB dan para Pimpinan di Pusat, Jumat (13/8/2021) malam.

Menurut dia, dari hasil evaluasi di lapangan diketahui bahwa penerapan PPKM di wilayah Sulawesi belum terlihat efektif dalam menurunkan mobilitas masyarakat. Rata-rata mobilitas di luar area pemukiman pada periode PPKM tanggal 3-9 Agustus justru mengalami
peningkatan dari periode sebelumnya. 

Untuk itu, Menko Airlangga menegaskan kembali kepada kepala daerah di wilayah Silawesi bahwa PPKM harus diperketat agar tidak terjadi tren penambahan kasus harian dan dilakukan berbagai upaya untuk penurunan mobilitas secara konsisten.

Dia mengungkapkan, sebagaimana telah disampaikan Presiden Joko Widodo, bahwa untuk menekan laju kenaikan kasus Covid-19 maka mobilitas dan aktivitas masyarakat harus dibatasi. Hal itu terkait dengan korelasi yang kuat antara mobilitas masyarakat dan perkembangan jumlah kasus konfirmasi dan kasus aktif Covid-19.

"Sejalan dengan itu, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus membatasi mobilitas masyarakat dan terus melakukan upaya yang diperlukan dalam mengatasi penyebaran Covid-19," ujar Menko Airlangga yang juga menjadi Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). 

Selain menekan mobilitas, lanjutnya, pemerintah daerah di wilayah Sulawesi juga diminta meningkatkan jumlah testing yang diprioritaskan kepada suspek dan kontak erat dari kasus-kasus terkonfirmasi, dengan target minimal 10 kontak erat per kasus. Seluruh kontak erat akan dites dan dikarantina untuk menimalisir risiko penularan. 

Dia memaparkan, secara umum tambahan kasus aktif yang terkonfirmasi mingguan di Pulau Sulawesi mulai menurun. Masing-masing Provinsi Sulawesi Tenggara (-146 kasus), Sulawesi Selatan (-692 kasus), Gorontalo (0 kasus). 

Sedangkan di tiga provinsi lainnya yaitu Sulawesi Barat, Sulawesi Utara mengalami penambahan masing-masing 6 dan 11 kasus, sementara Provinsi Sulawesi Tengah menjadi perhatian akibat penambahan kasus hingga 1.826 kasus.

Untuk tingkat keterisian Rumah Sakit (Bed Occupancy Rate/ BOR), ada dua provinsi yang memiliki BOR di atas 70 persen, yakni Gorontalo dan Sulawesi Tengah yang masing-masing 71 persen. 

Sedangkan Provinsi Sulawesi Barat memiliki tingkat BOR 36 persen,  Sulawesi Tenggara 43 persen, Provinsi Sulawesi Selatan 55 persen, dan Sulawesi Utara 59 persen.

“Untuk menekan BOR, konversi tempat tidur di Rumah Sakit menjadi tempat tidur Covid-19 sebesar 40 persen harus terus dilakukan, sesuai pengaturan yang ditetapkan Menteri Kesehatan” ujar Menko Airlangga.

Di sisi lain, hingga 13 Agustus 2021, capaian vaksinasi di Pulau Sulawesi terus diakselerasi. Provinsi Sulawesi Utara menjadi yang tertinggi yaitu 35,93 persen dari target sudah divaksinasi. 

Menyusul Provinsi Sulawesi Selatan 21,25 persen, Gorontalo 20,56 persen, Sulawesi Tenggara 16,91 persen, Sulawesi Barat 15,93 persen, dan Sulawesi Tengah 14,43 persen.

Selanjutnya, untuk beberapa daerah yang belum memiliki tempat isolasi diminta segera menyiapkan fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter) serta meminta kepada masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah agar mau pindah ke Isoter dengan layanan kesehatan yang lebih memadai. 

Kepala Daerah juga diminta untuk memastikan seluruh Rumah Sakit mengisi laporan harian oksigen melalui SIRS Online dan
mengkoordinasikan kebutuhan oksigen dengan Kementerian Kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, beberapa Gubernur, Bupati dan Walikota menyampaikan beberapa permasalahan utama di lapangan, antara lain kebutuhan Oksigen Medis, perlunya segera suplai Vaksin untuk percepatan vaksinasi, dan perlunya dukungan test-kit dan PCR untuk mendorong peningkatan Testing, serta fasilitas IsoTer menggunakan kapal PELNi di Makassar dan di Bitung.

“Ketersediaan oksigen terus kita pantau dari pusat dan langsung ditindaklanjuti untuk wilayah yang membutuhkan. Sangat pentig untuk mengajak masyarakat memanfaatkan Isolasi Terpusat guna mengurangi risiko isolasi mandiri di rumah, dan pentingnya mempercepat suplai Vaksin sehingga rencana ketersedian Vaksin sebanyak 2,48 Juta Dosis di Agustus ini dapat terpenuhi” tutur Menko Airlangga. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: