Pengusaha: Ekonomi Terpukul Sulit Menaikkan UMP 2021

Hafid Fuad ยท Selasa, 20 Oktober 2020 - 20:48 WIB
Pengusaha: Ekonomi Terpukul Sulit Menaikkan UMP 2021

HIPPI mengatakan berdasarkan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi 2020 kenaikan UMP 2021 diperkirakan 0 persen. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan berdasarkan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi 2020 kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2021 diperkirakan 0 persen. Menurutnya, itu sesuatu yang wajar karena pandemi Covid-19 telah memukul dunia usaha, banyak UKM tutup, terjadi PHK dan pekerja dirumahkan.

Anggota Dewan Pengupahan 2010-2019 menyebutkan dari sisi cash flow para pengusaha semakin mengkawatirkan dan akhirnya daya beli masyarakat menurun.

"Kondisi dunia usaha saat ini sangat tidak memungkin UMP dinaikkan. Beban pengusaha sudah sangat berat, mampu bertahan selama pandemi ini saja sudah bersyukur. Jika UMP dinaikkan akan sangat memukul pengusaha dan mendorong pengusaha semakin terpuruk," ujar Sarman di Jakarta, Selasa (20/10/2020).


Jika terdapat sektor-sektor tertentu yang memungkinkan menaikkan UMP, seperti sektor telekomunikasi, kesehatan dapat dirundingkan secara bipartit. Namun, secara umum kondisi pelaku usaha saat ini sudah sangat mengkawatirkan.

"Kita berharap agar teman-teman serikat pekerja dapat memahami kondisi ini dan tidak menuntut kenaikan UMP yang berlebihan dalam situasi dan kondisi ekonomi yang sudah masuk resesi," katanya.

Seluruh masyarakat harus mendukung berbagai program pemerintah dalam menangani Covid-19 termasuk pengadaan vaksin covid agar segera terealisasi sehingga penularan dapat dikendalikan, dan pemerintah akan membuat kebijakan yang memperlonggar berbagai aktivitas usaha dan bisnis. 

Selanjutnya, pasca pandemi Covid 19 tugas bersama menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif, pro aktif memberikan masukan dalam penyusunan aturan turunan dari UU Cipta Kerja sehingga nantinya diharapkan investor akan mengalir deras, lapangan kerja akan tersedia, devisa  akan naik, daya beli akan meningkat.

"Pertumbuhan ekonomi 2021 akan mencapai target di kisaran 4,54-5,5 persen dengan inflasi terkendali, maka kenaikan UMP 2021 akan semakin terbuka sesuai yang diharapkan," ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani