Tambahan Subsidi Solar, Kementeri ESDM: Lagi Proses

Ade Miranti Karunia Sari · Jumat, 16 Maret 2018 - 15:01:00 WIB
Tambahan Subsidi Solar, Kementeri ESDM: Lagi Proses
Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah tengah mengusulkan penambahan subsidi energi menyusul membengkaknya beban penyediaan energi bagi masyarakat. Salah satu tambahan satu subsidi energi yang diusulkan adalah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.

Plt Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengakui, penambahan subsidi untuk BBM sudah sangat dibutuhkan. Pasalnya, harga minyak mentah dunia juga tengah mengalami kenaikan yang signifikan.

Alhasil, subsidi BBM yang dipatok hanya Rp500 per liter membebani keuangan PT Pertamina (Persero) selaku perusahaan yang ditugaskan mendistribusikan solar bersubsidi ke masyarakat. "Iya kita paham badan usaha terbebani keuangannya. Tapi, ini kan kita lagi proses mengusulkan dari Rp500 ke Rp1.000," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Saat ini, harga jual BBM Premium penugasan Rp6.450 per liter dan Solar subsidi Rp 5.150 per liter. Sejak harga minyak merangkak naik, kedua BBM jenis itu tidak mengalami kenaikan. Bahkan, pemerintah memutuskan mempertahankan harga kedua BBM itu hingga tahun 2019.

Pertamina sendiri dikatakan masih menanggung selisih subsidi Solar. Bahkan, Pertamina telah teriak dengan beban biaya yang harus ditanggung dalam menyalurkan solar bersubsidi.

Kementerian Keuangan sendiri dinilai telah menyetujui permintaan penambahan anggaran subsidi BBM. "Iya dia sih mintanya kalau bisa nol. Tapi kan kita juga harus jaga keuangan negara. Fiskal kita juga harus perhatikan," ujarnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menjamin penambahan subsidi BBM jenis solar tidak akan membuat kas negara jebol. Menurut dia, perhitungan yang dilakukan Kemenkeu membuat seluruh pihak yang mencakup pemerintah, Pertamina, PT PLN (Persero), termasuk masyarakat, tidak akan dirugikan.

"Secara overall, kita lihat kemampuan APBN cukup untuk bisa meng-cover sesuai usulan dari Menteri ESDM dan Menteri BUMN ini. Dengan demikian kita akan mendapatkan subsidinya akan ditambahkan, namun neraca dari PLN dan Pertamina akan tetap terjaga, dan masyarakat tetap akan mendapatkan harga yang tidak berubah," kata Sri Mulyani.

Editor : Ranto Rajagukguk

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda