Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Resmi Pimpin BI, Destry Tekankan Kebijakan Bank Sentral Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Bertemu Presiden Prabowo di Istana, Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Minta Pasar Tidak Panik

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:40:00 WIB
Bertemu Presiden Prabowo di Istana, Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Minta Pasar Tidak Panik
Pjs Gubernur BI Destry Damayanti, meminta pelaku pasar keuangan dan masyarakat untuk tetap tenang  merespons pengunduran diri Perry Warjiyo. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, meminta para pelaku pasar keuangan dan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik merespons pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI.

Imbauan tersebut disampaikan Destry usai menghadiri pertemuan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan, OJK, LPS, serta badan Danantara guna memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan ekonomi nasional.

"Untuk market, kita berharap tidak perlu panik. Bank Indonesia tetap menjalankan kebijakan seperti sebelumnya. Arah kebijakan (stance) kami tidak berubah, di mana stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi kunci utama," ujar Destry.

Destry menegaskan, kepemimpinan di Bank Indonesia menganut sistem kolektif kolegial. Ia bersama para Anggota Dewan Gubernur (ADG) lainnya berkomitmen menjaga keberlangsungan tugas serta mandat BI secara konsisten.

Guna menjaga stabilitas pasar keuangan, BI akan terus mengawal pergerakan rupiah melalui strategi intervensi di pasar Spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun pasar valas lainnya. Selain itu, kebijakan makroprudensial yang pro-pertumbuhan juga berlanjut, termasuk pemberian insentif insentif biaya hedging guna menarik aliran modal asing (capital inflow) ke dalam negeri.

Terkait mekanisme pergantian kepemimpinan, pihak Istana mengonfirmasi telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo yang diajukan secara sukarela tertanggal 25 Juli 2026. Presiden pun menerima pengunduran diri tersebut dengan mengapresiasi pengabdian serta dedikasi Perry selama kurang lebih 7 tahun memimpin Bank Indonesia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut