Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada! Kekeringan Jakarta September 2026 Bisa Jadi Surga Nyamuk DBD
Advertisement . Scroll to see content

58 Tahun Lawan DBD, Kenapa Penyakit Ini Tak Kunjung Hilang dari Indonesia?

Minggu, 06 September 2026 - 12:29:00 WIB
58 Tahun Lawan DBD, Kenapa Penyakit Ini Tak Kunjung Hilang dari Indonesia?
Ilustrasi anak diserang nyamuk DBD. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Indonesia sudah hampir enam dekade menghadapi demam berdarah dengue (DBD). Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengendalian nyamuk, perbaikan tata laksana pasien hingga pengembangan inovasi pencegahan. 

Namun, penyakit yang pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1968 itu hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Pertanyaannya, mengapa setelah 58 tahun DBD masih belum juga hilang dari Indonesia?

Kasus DBD pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1968 melalui kejadian luar biasa (KLB) di Jakarta dan Surabaya. Saat itu tercatat 58 kasus dengan 24 kematian. Tingkat kematian bahkan mencapai 41,3 persen.

Situasi tersebut kini telah berubah jauh. Kemajuan dalam diagnosis, tata laksana kasus, serta berbagai upaya pengendalian membuat tingkat kematian akibat dengue berhasil ditekan hingga di bawah 1 persen.

Namun, turunnya angka kematian bukan berarti persoalan DBD selesai.

Mengapa DBD Masih Sulit Diberantas?

Salah satu tantangan utama adalah dengue masih dapat ditemukan di berbagai wilayah dan menyerang siapa saja, tanpa memandang usia maupun gaya hidup.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut