70 Persen Orang Indonesia Intoleran Laktosa, Ini Faktanya!
Keluhan serupa dapat disebabkan berbagai kondisi pencernaan lainnya. Karena itu, jika gejala muncul berulang atau cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu memastikan penyebabnya.
Dalam beberapa kasus, dokter dapat menilai hubungan antara konsumsi makanan yang mengandung laktosa dengan munculnya gejala. Pemeriksaan tertentu juga dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis apabila diperlukan.
Hal penting lainnya adalah tidak melakukan pembatasan makanan secara berlebihan tanpa mengetahui penyebabnya. Menghindari susu sepenuhnya dalam jangka panjang perlu dipertimbangkan dengan baik agar kebutuhan zat gizi, terutama kalsium dan protein, tetap terpenuhi dari sumber lain.
Bagi orang yang memang mengalami intoleransi laktosa, susu bebas laktosa dapat menjadi salah satu pilihan untuk tetap memperoleh nutrisi dari susu tanpa mendapatkan paparan laktosa dalam jumlah seperti pada susu biasa.
Namun, toleransi setiap orang tetap berbeda. Sebagian orang dengan intoleransi laktosa bahkan masih dapat mengonsumsi sejumlah kecil laktosa tanpa mengalami gejala berarti, tergantung tingkat sensitivitas masing-masing.