Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fantastis! Beban Ekonomi akibat DBD di Indonesia Nyaris Rp9 Triliun pada 2024
Advertisement . Scroll to see content

Anak Masuk Sekolah Lagi, Dokter Ingatkan Ancaman DBD Ikut Mengintai

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:41:00 WIB
Anak Masuk Sekolah Lagi, Dokter Ingatkan Ancaman DBD Ikut Mengintai
Sekolah menjadi tempat berisiko penyebaran DBD. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Dokter Ikhsan juga mengingatkan bahwa hingga kini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan infeksi dengue. Karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah paling penting.

"Perlindungan dari DBD tidak cukup hanya dengan satu cara. Penerapan 3M Plus tetap perlu dilakukan secara konsisten. Selain itu, vaksinasi juga dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan dengue yang komprehensif. Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah anak telah memenuhi syarat untuk mendapat vaksin dengue," katanya.

Menurutnya, kesadaran keluarga dan sekolah menjadi kunci agar anak dapat menjalani aktivitas belajar dengan aman tanpa terganggu ancaman DBD.

Lebih lanjut, Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menilai perlindungan anak dari DBD tidak bisa hanya dibebankan kepada keluarga. Menurutnya, ketika seorang anak terserang DBD, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga seluruh anggota keluarga.

"Sebagai orang tua, saya memahami betapa beratnya melihat anak sakit dan tidak dapat menjalani kesehariannya seperti biasa. Ketika seorang anak terkena DBD, seluruh keluarga ikut terdampak. Orang tua mungkin harus meninggalkan pekerjaan untuk mendampingi anak, aktivitas keluarga terganggu, dan muncul biaya yang tidak terduga," ujar Andreas.

Ia mengatakan, perlindungan terhadap anak perlu menjadi tanggung jawab bersama. Selain keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menekan penularan dengue melalui edukasi dan penerapan langkah-langkah pencegahan secara konsisten.

"Perlindungan perlu dimulai dari keluarga, dengan orang tua mengambil peran penting dalam membangun kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten. Namun, tanggung jawab ini tidak dapat dibebankan kepada keluarga saja. Upaya tersebut perlu diperkuat oleh sekolah, pemerintah, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak lainnya," katanya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut