Apa Itu Haemolytic Anaemia, Penyakit Raja Norwegia Harald V sebelum Wafat?
Lantas, sebenarnya apa itu haemolytic anaemia dan seberapa berbahaya penyakit tersebut?
Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), Haemolytic Anaemia atau anemia hemolitik merupakan kondisi ketika sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk memproduksi sel darah merah baru.
Normalnya, sel darah merah dapat bertahan sekitar 120 hari sebelum secara alami dihancurkan dan digantikan oleh sel baru. Pada anemia hemolitik, proses penghancuran tersebut berlangsung terlalu cepat sehingga jumlah sel darah merah dalam tubuh menjadi terlalu sedikit.
Padahal, sel darah merah memiliki fungsi penting untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ketika jumlahnya turun secara signifikan, jaringan dan organ tubuh bisa kekurangan pasokan oksigen.
Anemia hemolitik bukan satu penyakit dengan satu penyebab. Kondisi ini dapat muncul akibat berbagai faktor.