Apa Itu Plak Jantung? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini
"Olahraga endurance, termasuk lari, berasosiasi dengan peningkatan risiko munculnya plak pada pembuluh darah jantung. Namun kondisi tersebut tidak berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian. Malah lari merupakan salah satu olahraga yang dapat meningkatkan usia harapan hidup," katanya.
Penyebab Plak Jantung
Plak jantung terbentuk akibat kerusakan pada lapisan dalam pembuluh darah yang kemudian memicu penumpukan kolesterol dan berbagai zat lainnya. Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko pembentukan plak, antara lain:
• Kolesterol tinggi, terutama kolesterol LDL.
• Tekanan darah tinggi.
• Diabetes.
• Kebiasaan merokok.
• Obesitas.
• Kurang aktivitas fisik.
• Pola makan tinggi lemak jenuh dan gula.
• Faktor usia dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal, plak jantung umumnya tidak menimbulkan gejala. Keluhan baru muncul ketika pembuluh darah mulai menyempit sehingga pasokan darah ke jantung berkurang.
Gejala yang dapat muncul meliputi nyeri dada atau angina, sesak napas saat beraktivitas, cepat lelah, hingga nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, leher, atau rahang. Jika plak pecah dan menyumbat aliran darah secara total, kondisi tersebut dapat memicu serangan jantung yang membutuhkan penanganan darurat.
Cara Mencegah Plak Jantung
Risiko pembentukan plak dapat dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, mengendalikan tekanan darah dan kadar gula darah, serta memeriksa kadar kolesterol secara berkala.
Bagi masyarakat yang gemar berolahraga, termasuk lari, tidak perlu khawatir berlebihan. Hingga kini, berbagai penelitian menunjukkan manfaat olahraga bagi kesehatan jantung tetap jauh lebih besar dibandingkan potensi risikonya. Yang terpenting adalah menyesuaikan intensitas latihan dengan kondisi tubuh dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung.
Editor: Dani M Dahwilani