Apakah Ibu Hamil Boleh Divaksin Influenza? Ini Penjelasan Dokter
JAKARTA, iNews.id - Apakah ibu hamil boleh divaksin influenza menjadi pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat. Kekhawatiran ini muncul karena masa kehamilan dianggap rentan sehingga setiap tindakan medis harus diperhatikan secara cermat.
Kehamilan merupakan periode penting yang membutuhkan perhatian ekstra terhadap kesehatan ibu dan janin. Salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan tenaga medis adalah vaksinasi influenza untuk menekan risiko infeksi.
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, dr Sukamto, menjelaskan vaksin influenza aman diberikan kepada ibu hamil. Dia menegaskan vaksin ini dapat diberikan pada trimester berapa pun selama masa kehamilan.
Menurutnya, pemberian vaksin influenza bertujuan untuk mencegah infeksi flu berat pada ibu hamil yang berpotensi berdampak pada kondisi janin. Risiko komplikasi akibat flu bisa menjadi lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.
Oatmilk Lebih Tinggi Kandungan Gula Dibanding Susu Sapi, Ini Penjelasan Menkes
“Karena orang hamil yang kena flu itu pertama, ya bayinya itu mudah kena flu juga. Jadi artinya ibu yang divaksin flu itu bayinya lebih mudah kena flu,” kata dr Sukamto dalam acara Kalventis Perlindungan Tanpa Batas di Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Secara global, influenza masih menjadi ancaman kesehatan yang signifikan. Data dari World Health Organization menyebutkan penyakit ini menyebabkan sekitar 290.000 hingga 650.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia.
5 Manfaat Mengurangi Konsumsi Gula bagi Kesehatan, Cek Nutri-Level
Namun, tingkat vaksinasi influenza pada orang dewasa di Indonesia masih tergolong rendah. Cakupannya hanya sekitar 0,5 per 1.000 populasi, sehingga perlindungan terhadap penyakit ini belum optimal.
Padahal, vaksin influenza memiliki peran penting dalam melindungi ibu hamil dari komplikasi infeksi. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ibu, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan.
Konsumsi Gula Berlebih Bikin Kasus Gagal Ginjal Meroket di Indonesia, Ini Faktanya!
dr Sukamto menjelaskan vaksin yang diberikan kepada ibu hamil mampu membentuk antibodi. Antibodi tersebut kemudian dapat ditransfer ke janin sehingga memberikan perlindungan sejak dalam kandungan.
“Ibunya dulu divaksin pada waktu hamil supaya menghasilkan antibodi yang bisa ditransfer ke janinnya,” ujar dr Sukamto.
Kemenkes Resmi Wajibkan Label Nutri Level demi Cegah Konsumsi Gula Berlebih
Setelah bayi lahir, perlindungan tambahan tetap diperlukan. Vaksin influenza baru bisa diberikan secara langsung kepada bayi setelah usia 6 bulan.
Selama periode sebelum usia tersebut, bayi sangat bergantung pada antibodi dari ibu. Kondisi ini menjadi alasan pentingnya vaksinasi saat masa kehamilan.
“Karena bayi kan gak boleh divaksin sampai umur 6 bulan. Apalagi kalau gak dapet ASI, yaitu gampang flu. Kan dia baru terproteksi dengan vaksinasi setelah 6 bulan,” kata dr Sukamto.
Vaksin influenza tidak hanya aman bagi ibu hamil, tetapi juga memberikan manfaat perlindungan bagi bayi. Edukasi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi sebagai langkah pencegahan.
Editor: Dani M Dahwilani