Bedah Jantung Gratis dari KS Relief Bantu Selamatkan Nyawa Anak Indonesia, Ini Faktanya!
Dari pihak Indonesia, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyambut baik kehadiran KS Relief. Ia menyoroti masih besarnya tantangan penanganan jantung anak di Indonesia, terutama kesenjangan antara jumlah kasus dan kemampuan penanganan medis.
Dante mengungkapkan, dari sekitar 50.000 kasus kelainan jantung anak yang terdeteksi setiap tahun, hanya 5.000 kasus yang mampu ditangani akibat keterbatasan jumlah dokter spesialis dan biaya operasi yang sangat mahal.
“Sudah 260 operasi dilakukan oleh tim ini di Indonesia di Rumah Sakit Harapan Kita. Di Indonesia, kelainan jantung anak mencapai 8 dari 1.000 kelahiran. Dari 50.000 kasus, kita hanya sanggup menangani 5.000; sisanya mengantri,” ungkap Dante.
Ia menjelaskan, biaya operasi jantung anak rata-rata mencapai Rp100 juta, sementara BPJS Kesehatan hanya mampu menanggung sekitar 30 persen. Kondisi serupa juga terjadi pada kasus katup aorta, di mana biaya satu katup bisa mencapai Rp500 juta dan belum sepenuhnya ditanggung BPJS.
“Biaya operasi jantung anak rata-rata Rp100 juta, sementara BPJS mungkin hanya mengcover 30 persen. Begitu juga katup aorta yang harganya Rp500 juta dan tidak ter-cover BPJS. Bantuan King Salman senilai 62 miliar rupiah ini sangat berarti bagi masyarakat Indonesia,” tutur dia.
Dante menilai kehadiran KS Relief membantu menutup celah pembiayaan tersebut, sekaligus mendukung inovasi subsidi internal yang telah dilakukan oleh pihak rumah sakit.